Jakarta - Nilai perolehan laba 7 perusahaan grup Bakrie anjlok 42,18% pada semester I-2009. Hal itu disebabkan besarnya beban keuangan, pajak dan rugi kurs yang mencapai Rp 2,271 triliun.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan pendapatan semester I-2009 sebesar US$ 1,534 miliar, naik tipis 2,74% dari semester I-2008 sebesar US$ 1,493 miliar. Laba bersih BUMI sebesar US$ 251,901 juta, turun 16,5% dari US$ 301,799 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan penerimaan beban pajak penghasilan sebesar US$ 87,055 juta.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membukukan pendapatan Rp 701,648 miliar, anjlok 21,14% dari sebelumnya Rp 889,774 miliar. Semester I-2009 ini, ENRG membukukan rugi bersih sebesar Rp 244,688 miliar. Periode yang sama tahun lalu, ENRG masih membukukan laba Rp 77,024 miliar.
Penyebab utama kerugian semester I-2009 adalah beban keuangan yang mencapai Rp 328,926 miliar.
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) membukukan pendapatan Rp 1,041 triliun, anjlok 34,11% dari sebelumnya Rp 1,580 triliun. Lab sebesar Rp 135,188 miliar, anjlok tajam 58,58% dari sebelumnya Rp 326,446 miliar. Penurunan disebabkan beban bunga dan keuangan sebesar Rp 111,505 miliar.
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) membukukan pendapatan Rp 368,784 miliar, turun 8,9% dari sebelumnya Rp 404,828 miliar. Laba bersih dibukukan sebesar Rp 56,902 miliar, turun 21,16% dari sebelumnya Rp 72,180 miliar. Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah kerugian kurs Rp 19,658 miliar.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan pendapatan US$ 102,871 juta, turun 2,67% dari sebelumnya US$ 105,699 juta. Laba bersih semester I-2009 sebesar US$ 221,274 ribu, turun 93,58% dari sebelumnya US$ 3,452 juta. DEWA menerima beban keuangan sebesar Rp 6,496 miliar.
Pertumbuhan positif hanya diraih oleh PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan pendapatan sebesar Rp 1,507 triliun, naik 35,88% dari sebelumnya Rp 1,109 triliun. Laba BTEL sebesar Rp 72,779 miliar, naik 16,722 miliar dari sebelumnya Rp 62,352 miliar.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang merupakan induk 6 perusahaan di atas pun membukukan penurunan kinrerja signifikan. Pendapatan BNBR semester I-2009 sebesar Rp 3,463 triliun, turun 11,77% dari pendapatan semesteri I-2008 sebesar Rp 3,925 triliun. Pada pertengahan tahun ini, BNBR mencatat kerugian sebesar Rp 124,543 miliar. Padahal, di semester I-2008 BNBR masih membukukan laba bersih sebesar Rp 590,274 miliar.
Penurunan kinerja BNBR terutama disebabkan perseroan menerima kerugian atas penjualan penyertaan saham pada anak perusahaan dan perusahaan asosiasi yang mencapai Rp 375,457 miliar, beban bunga yang mencapai Rp 171,071 miliar, serta beban pajak penghasilan bersih yang mencapai Rp 283,759 miliar.
Dengan menggunakan asumsi kurs US$ 1 = Rp 10.000, maka total nilai pendapatan 7 usaha grup Bakrie di atas sebesar Rp 23,449 triliun di semester I-2009. Pada semester I-2008, total pendapatan 7 usaha Bakrie tersebut sebesar Rp 23,894 triliun. Artinya, hanya terjadi penurunan tipis 1,86% pada semester I-2009.
Pada semester I-2009 ini, Bakrie 7 menerima beban keuangan dengan nilai sangat besar mencapai Rp 2,271 triliun. Hal itu menyebabkan perolehan laba bersih Bakrie 7 semester I-2009 hanya sebesar Rp 2,416 triliun. Padahal, pada semester I-2008 laba Bakrie 7 mencapai Rp 4,179 triliun.
Artinya pada semester I-2009 ini, Bakrie 7 mencatat penurunan laba signifikan sebesar 42,18% akibat beban keuangan yang sangat besar.
(dro/qom)Sumber detik finance