ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Senin, 09 November 2009

China hopes U.S. keeps deficit to appropriate size

SHARM EL-SHEIKH, Egypt (Reuters) - China hopes that the United States will keep its deficit to an appropriate size to ensure basic stability in the U.S. dollar exchange rate, Chinese Premier Wen Jiabao said on Sunday.

"We have seen some signs of recovery in the U.S. economy ... I hope that as the largest economy in the world and an issuing country of a major reserve currency, the United States will effectively discharge its responsibilities," Wen told a news conference in Egypt.

"Most importantly, we hope the United States will keep an appropriate size to its deficit so that there will be basic stability in the exchange rate, and that is conducive to stability and the recovery of the global economy," he added.

The premier had expressed concern in March that massive U.S. deficit spending and near-zero interest rates would erode the value of China's huge U.S. bond holdings.

China is the biggest holder of U.S. government debt and has invested an estimated 70 percent of its more than $2 trillion stockpile of foreign exchange reserves, the world's largest, in dollar assets.

"I follow very closely Chinese holdings of U.S. assets because that constitutes a very important part of our national wealth. Our consistent principle when it comes to foreign exchange reserves is to ensure the safety, liquidity and good value of the reserves," Wen said.


by reuters

IHSG Masih Dilanda Kelesuan

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dalam volume yang tipis pada perdagangan pekan lalu. Investor seperti kehilangan semanga di tengah banyaknya data perekonomian yang keluar.

Pekan lalu, agenda ekonomi cukup sibuk. Ada rilis angka inflasi, Rapat Dewan Gubernur dan pertemuan Bank Sentral AS. Namun tampaknya data-data baru yang dirilis itu tak mampu menggetarkan investor. IHSG justru bergerak lesu dalam volume transaksi yang sangat tipis.

Secara total IHSG menguat +1,16% dari pembukaan 2.367,70 hingga penutupan ke 2.395,11. Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

  • Senin (2/11/2009), IHSG menguat tipis 3,941 poin (0,17%) ke level 2.371,642. I
  • Selasa (3/11/2009), IHSG melemah 37,536 poin (1,58%) ke level 2.334,106. I
  • Rabu (4/11/2009), IHSG menguat 37,750 poin (1,62%) ke level 2.371,856.
  • Kamis (5/11/2009), IHSG melemah 4,642 poin (0,20%) ke level 2.367,214.
  • Jumat (6/11/2009), IHSG menguat 27,892 poin (1,18%) ke level 2.395,106.

"IHSG masih bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu. Tercatat, IHSG pada perdagangan Selasa pekan lalu bahkan sempat anjlok cukup dalam sebelum rebound pada perdagangan Jumat. Reboundnya indeks tidak lepas dari sentimen positif data makroekonomi AS yang berhasil mengangkat Dow Jones lebih dari 2% pada perdagangan Kamis," jelas Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas, Senin (9/11/2009).

Ie menjelaskan, selain faktor eksternal, pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh pengumuman inflasi serta rapat Dewan Gubernur terkait BI Rate. Kondisi politik dalam negeri yang memanas akibat kasus Bibit-Chandra sedikit banyak mempengaruhi pergerakan pasar.

Bagaimana dengan pekan ini?

IHSG diprediksi masih akan bergerak variatif. Investor akan menunggu data pertumbuhan PDB kuartal III-2009 yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini.

Arah IHSG masih akan ditentukan juga oleh sentimen regional yang kini sedang dalam tren hati-hati. Bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup mampu menguat tipis meski angka pengangguran menembus 10,2 atau tertinggi dalam 26,5 tahun.

Pada perdagangan Jumat (5/11/2009), indeks Dow Jones ditutup naik tipis 17,46 poin (0,17%) ke level 10.023,42. Indeks S&P 500 naik 2,67 poin (0,25%) e level 1.069,30 dan Nasdaq naik 7,12 poin (0,34%) ke level 2.112,44.

Sementara Bursa Tokyo mengawali perdagangan Senin (9/11/2009) dengan indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 23,47 poin (0,24%) ke level 9.765,88.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:


Pekan ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak mixed. Meski menguat pada penutupan Jumat, indeks masih gagal ditutup diatas level psikologis 2.400. Investor menilai belum ada sentimen positif yang dapat mendukung indeks kembali ke bullish trend. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks pada pekan ini antara lain adalah hasil kinerja perusahaan keuangan AS, data makroekonomi AS, serta pengumuman kinerja emiten kuartal 3. Perlu dicermati pergerakan saham grup Bakrie kami perkirakan juga masih akan menjadi bola liar bagi indeks pada pekan ini. Sementara untuk hari ini kami proyeksikan kisaran support-resistance 2.381-2.415.

sumber detik finance

Rupiah Kembali Dapat Angin Segar

Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat di tengah pelepasan dolar AS yang kembali marak di pasar global.

Pada perdagangan Senin (9/11/2009), rupiah dibuka menguat ke level 9.415 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.465 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) diprediksi masih ke pasar untuk menahan laju penguatan rupiah yang terlalu cepat. Rupiah diprediksi bertahan di level 9.400-an per dolar AS.

Dolar AS sepanjang pekan lalu bergerak variatif terhadap mayoritas mata uang global. Kekhawatiran akan kesehatan perekonomian AS kembali memicu kekhawatiran investor sehingga melepas dolar AS. Apalagi data pengangguran AS yang dirilis pada Jumat kemarin menunjukkan angka pengangguran menembus 10,2 atau tertinggi dalam 26,5 tahun.

"Data pengangguran itu akan kembali memunculkan perdebatan seputar kesinambungan pemulihan ekonomi dan kenaikan pasar akhir-akhir ini," ujar Rob Carnell, analis dari INF Financial Markets, seperti dikutip dari AFP.

sumber detik finance

Rupiah Kembali Dapat Angin Segar

Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat di tengah pelepasan dolar AS yang kembali marak di pasar global.

Pada perdagangan Senin (9/11/2009), rupiah dibuka menguat ke level 9.415 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.465 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) diprediksi masih ke pasar untuk menahan laju penguatan rupiah yang terlalu cepat. Rupiah diprediksi bertahan di level 9.400-an per dolar AS.

Dolar AS sepanjang pekan lalu bergerak variatif terhadap mayoritas mata uang global. Kekhawatiran akan kesehatan perekonomian AS kembali memicu kekhawatiran investor sehingga melepas dolar AS. Apalagi data pengangguran AS yang dirilis pada Jumat kemarin menunjukkan angka pengangguran menembus 10,2 atau tertinggi dalam 26,5 tahun.

"Data pengangguran itu akan kembali memunculkan perdebatan seputar kesinambungan pemulihan ekonomi dan kenaikan pasar akhir-akhir ini," ujar Rob Carnell, analis dari INF Financial Markets, seperti dikutip dari AFP.

sumber detik finance

Pengikut