ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Selasa, 12 Januari 2010

Kurs BI

Masa Berlaku : 11 Januari 2010

. Kurs Transaksi .
Mata Uang

Satuan

Nilai Jual

Nilai Beli

Nilai Tengah
Dolar Australia [ AUD ] 1 8531.84 8442.67 8487.26
Dolar Brunei D. [ BND ] 1 6606.19 6533.37 6569.78
Dolar Canada [ CAD ] 1 8926.94 8834.00 8880.47
Franc Swiss [ CHF ] 1 9015.52 8917.25 8966.39
Yuan China [ CNY ] 1 1343.98 1330.50 1337.24
Kroner Denmark [ DKK ] 1 1786.36 1767.21 1776.79
EURO [ EUR ] 1 13288.68 13152.72 13220.70
Poundsterling Inggris [ GBP ] 1 14749.50 14598.90 14674.20
Dolar Hongkong [ HKD ] 1 1183.24 1171.22 1177.23
Yen Jepang [ JPY ] 100 9932.89 9831.17 9882.03
Korean Won [ KRW ] 1 8.18 8.10 8.14
Ringgit Malaysia [ MYR ] 1 2743.61 2713.67 2728.64
Kroner Norwegia [ NOK ] 1 1629.87 1611.58 1620.73
Dolar Selandia Baru [ NZD ] 1 6788.40 6711.26 6749.83
Kina Papua Nugini [ PGK ] 1 3585.98 3329.29 3457.64
Peso Philipina [ PHP ] 1 201.49 199.34 200.42
Kroner Swedia [ SEK ] 1 1302.98 1287.18 1295.08
Dolar Singapura [ SGD ] 1 6606.19 6533.37 6569.78
Baht Thailand [ THB ] 1 277.64 274.61 276.13
Dolar Amerika Serikat [ USD ] 1 9176.00 9084.00 9130.00



. Kurs Uang Kertas Asing .
Mata Uang

Satuan

Nilai Jual

Nilai Beli

Nilai Tengah
Dolar Australia [ AUD ] 1 8953.97 8020.72 8487.35
Dolar Brunei D. [ BND ] 1 6933.05 6206.85 6569.95
Dolar Canada [ CAD ] 1 9368.62 8392.49 8880.56
Franc Swiss [ CHF ] 1 9461.58 8471.58 8966.58
Kroner Denmark [ DKK ] 1 1874.74 1678.89 1776.82
EURO [ EUR ] 1 13946.17 12495.38 13220.78
Poundsterling Inggris [ GBP ] 1 15479.26 13869.27 14674.27
Dolar Hongkong [ HKD ] 1 1241.78 1112.69 1177.24
Yen Jepang [ JPY ] 100 10424.33 9339.83 9882.08
Kroner Norwegia [ NOK ] 1 1710.51 1531.04 1620.78
Dolar Selandia Baru [ NZD ] 1 7124.27 6375.84 6750.06
Kina Papua Nugini [ PGK ] 1 3763.40 3162.90 3463.15
Kroner Swedia [ SEK ] 1 1367.45 1222.85 1295.15
Dolar Singapura [ SGD ] 1 6933.05 6206.85 6569.95
Baht Thailand [ THB ] 1 291.38 260.88 276.13
Dolar Amerika Serikat [ USD ] 1 9630.00 8630.00 9130.00

Sumber dari Bank Indonesia

Data China Angkat Wall Street

Indeks saham Standard & Poor's 500 dan Dow Jones industrial average bergerak menguat setelah China mengeluarkan data yang menguatkan ekspektasi perekonomian dunia akan semakin membaik. Namun Nasdaq melemah akibat profit taking saham-saham teknologi.

China melaporkan rekor impor beberapa komoditas dan ekspor yang meningkat melebihi ekspektasi. Data itu langsung mendorong saham-saham perusahaan yang beroperasi secara internasional seperti Caterpillar Inc. Saham Caterpillar tercatat naik hingga 6,3%.

"Jelas sekali ada efek dari China untuk saham-saham pada hari ini," jelas Peter Boockvar, analis dari Miller Tabak & Co seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/1/2010).

Pada perdagangan Senin (11/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 45,80 poin (0,43%) ke level 10.663,99. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 2 poin (0,17%) ke level 1.146,98 dan Nasdaq melemah 4,76 poin (0,21%) ke level 2.312,41.

Saham-saham teknologi memaksa Nasdaq memerah. Saham Apple Inc turun 0,9%, Microsoft Corp turun 1,3%, International Business Machines Corp turun 1,2%.

"Banyak profit taking untuk saham teknologi unggulan yang telah mengalami penguatan besar," imbuh Bookvar.

Volume perdagangan masih rendah, di New York Stock Exchange hanya di bawah 1 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,09 miliar, di atas rata-rata transaksi tahun lalu yang mencapai 1,63 miliar.

sumber detik finance

IHSG Belum Bebas Tekanan Jual

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya berhasil mempertahankan diri di teritori positif meski sempat dihantam tekanan jual atas saham-saham unggulan.

Pada perdagangan, Senin (11/1/2010), IHSG ditutup naik 17,834 poin (0,68%) ke level 2.632,204. Kenaikan IHSG beriringan dengan bursa-bursa regional yang juga bergerak positif.

Profit taking tampaknya akan kembali mengintai perdagangan saham pada Selasa (12/1/2010) ini. Namun hadirnya emiten baru yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) diharapkan bisa membawa angin positif ke lantai bursa.

Aliran-aliran modal asing sendiri sejauh ini masih cukup kuat masuk ke pasar Indonesia. Hal itu membuat IHSG dan nilai tukar rupiah terus menguat tajam.

Sementara bursa global kemarin tercatat menguat setelah China mengeluarkan data ekspor impor yang menguatkan ekspektasi pemulihan ekonomi. Indeks saham Standard & Poor's 500 dan Dow Jones industrial average bergerak menguat, namun Nasdaq melemah akibat profit taking saham-saham teknologi.

Pada perdagangan Senin (11/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 45,80 poin (0,43%) ke level 10.663,99. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 2 poin (0,17%) ke level 1.146,98 dan Nasdaq melemah 4,76 poin (0,21%) ke level 2.312,41.

Sementara bursa Tokyo mengawali perdagangan Selasa ini dengan pelemahan setelah kemarin libur. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 27,97 poin (0,26%) ke level 10.770,35.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan kemarin index ditutup melemah 16.4 poin (0.62%) ke level 2,586 di karenakan masih adanya aksi profit taking pada saham-saham bluechip seperti TLKM, ASII dan BMRI. Secara Teknikal Indeks berpotensi melemah, indicator stochastic sudah menunjukan overbought sinyal. Untuk perdagangan hari ini indeks masih akan bergerak mixed dikisaran 2,565 – 2,605. Pemodal dapat mencermati saham-saham BTEL, INDY, INTP dan ADRO.

Panin Sekuritas:

IHSG mengawal pekan dengan kenaikan sebesar +0,68% ditutup pada 2.632,204. Indeks berhasil bertahan dari tekanan jual terhadap saham unggulan. Kenaikan kemarin mengindikasikan indeks masih berada dalam bullish trend untuk jangka pendek. Meski demikian, mulai munculnya tekanan jual memberikan sinyal akan terjadinya konsolidasi pasar dalam beberapa waktu mendatang mengingat indeks sudah mengalami kenaikan tajam pada beberapa pekan terakhir. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.603-2.652.

Optima Sekuritas:

IHSG kembali rally 17 poin ke level 2.632 di dorong saham blue chip yakni UNTR, ASII, TLKM, GGRM dan BBCA. Apresiasi rupiah membuat nilai transaksi masih moderat hampir Rp 4 triliun. Meskipun kondisi sudah overbought, indeks diperkirakan masih bertahan di level 2.610-2.650.

Sumber detik finance

Pengikut