ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Jumat, 11 Desember 2009

Market Flash eTrading

Jakarta - Dow Jones: Pada perdagangan kemarin saham US menguat sementara obligasi dan yen melemah akibat adanya sinyal bank sentral sudah cukup nyaman dengan tingkat pemulihan ekonomi sekarang dan dapat mengurangi stimulus. Indeks S&P 500 (+0.6%) 1,102.35 dan Dow Jones (+0.6%) 10,405.83.

The Swiss National Bank mengatakan akan menghentikan pembelian obligasi dalam usahanya untuk menopang perekonomian sementara The Bank of England mengatakan akan mengeluarkan tidak lebih dari 200 milyar pounds ($326 milyar) untuk membeli obligasi.

Regional Pagi: Bursa jepang menguat untuk pertama kalinya dalam 4 hari seiring berkurangnya pengangguran AS yang meningkatkan kepercayaan bahwa ekspansi ekonomi meningkat dan broker meningkatkan peringkat. Nissan Motor Co. (+2.6%) setelah penguatan dollar terhadap yen. Nomura Holdings Inc. (+1.4%) seiring saham diberi peringkat "strong outperform" dan peringkat sektor broker "overweight" dalam cover baru oleh Mitsubishi UFJ Securities Co.

JTekt Corp. (+3.6%) setelah peringkat saham dinaikkan menjadi "outperform" dan "underperform" oleh Credit Suisse Group. NIKKEI 225 (+0.74%) 9,935.43. KOSPI INDEX (-0.45%) 1,645.26. S&P/ASX 200 INDEX (+0.45%) 4,627.40. STI (+0.14%) 2,785.75.

Commodity: Crude oil diperdagangkan di bawah $71/barrel di New York, menuju penurunan mingguan terbesar sejak September setelah turunnya persedian bahan bakar US yang menurunkan kepercayaan bahwa permintaan akan pulih. Crude oil untuk pengiriman Januari diperdagangkan di level $70.56 barrel, naik 2 cent di NYMEX. Kemarin, harga crude oil turun 13 cent jadi $70.54. Crude Oil (+0.1%) $70.6/bbl.

Harga copper turun setelah persediaan di London Metal Exchange melonjak 34% sejak 30 September. Saat ini persediaan copper naik menjadi 461.625 metrik ton, dan merupakan tingkat tertinggi sejak 20 April. Copper untuk pengiriman Maret -0.7% menjadi $3.103/pound. Gold (+0.4%) $1.136/oz, CPO (-1.5%) 2.458 RM/MT, Nickel (+1.8%) $16.275/MT, Tin (+0.2%) $15.300/MT.

Economic & Industrial News

Mining: Bunga Kredit Recapital 5% & 8,25%

Recapital Advisors mengantongi pinjaman US$600 juta dengan tingkat bunga 5% dan 8,25% meliputi dua fasilitas OpCo dan HoldCo masing-masing senilai US$300 juta untuk menambah kekurangan akuisisi 90% Berau Coal. Namun, akuisisi tersebut berpotensi batal jika calon pembeli gagal memenuhi segala persyaratan perjanjian jual beli pada 28 Des09. Disinyalir salah satu syaratnya calon pembeli wajib mencari pinjaman baru guna membiayai pelunasan lebih cepat obligasi Berau Coal US$325 juta menjadi pada 28 Desember dari seharusnya jatuh tempo pada 2011. Sementara itu, PT Bukit Mutiara anak usaha Recapital akan menerbitkan utang vendor US$580 juta ke pemgang saham Berau termasuk Rizal Risjad.

Economic: Yield Obligasi PLN Mencapai 12,97%

Terhitung sejak kemarin hingga sepekan ke depan, PT Perusahaan Listri Negara memulai proses penawaran dua seri surat obligasi. Yaitu, obligasi PLN XI senilai Rp1 triliun dan sukuk Ijarah PLN iv sebesar Rp500 miliar. PLN membagi surat utang itu menjadi dua seri. Pertama, Serie A berjangka waktu 7 tahun. Obligasi ini menggunakan yield SUN FR0028 dan FR0030 sebagai acuan ditambah 1,5%-2,75%.

Kedua, Seri B berjangka waktu 10 tahun, PLN menggunakan SUN FR0031 dan FR 0036 sebagai patokan yield plus 1,75%-2,85%, surat obligasi ini berkisar 11,8%-12,97%.

Economic: Kepemilikan Properti oleh Asing Bakal Dibuka

Kementrian Negara Perumahan Rakyat sedang mengkaji aturan pemberian izin bagi warga negara asing untuk memiliki properti di Indonesia. Nantinya kepemiliakn properti oleh asing itu akan diatur dengan berbagai aturan ketat. Departement menghitung terdapat potensi devisa sekitar US$6 miliar yang masuk ke indonesia apabila aturan kepemilikan ini diberlakukan.

Corporate news

BNBR: Berniat Kurangi Utang Rp1,5 T

BNBR berencana mengurangi utang jangka pendek Rp1,51 triliun di 2010 melalui refinancing utang serta melunasi fasilitas repo Rp220 miliar. Hingga saat ini, utang jangka panjang berjatuh tempo 2012 sebesar Rpp5,21 triliun. Sumber pendanaan berasal dari penerbitan obligasi tukar US$200-US$250 juta, realisasi sejumlah investasi dan penjualan aset noninti perusahaan.

CTRA: Ciputera Grup akan IPO di Singapura 2010

Grup Ciputera beniat untuk melakukan Initial Public Offering anak usahanya yang berbasisi di Singapura pada tahun 2010. Ciputera grup akan melepas 10 - 25% saham anak usaha dari perusahan ciputera di Vietnam, Kambodja dan Singapura. Dana IPO ini selanjutnya akan di pakai untuk ekspansi bisnis Ciputera Group


BNGA: Masuk Industri Mikro

BNGA siap ekspansi di sektor mikro mulai 2010. Taregt awal perseroan membiayai mikro sebesar Rp 500 miliar. Pihak perseroan baru melakukan proyek percontohan untuk bisnis mikro di wilayah Jawa Timur, dan hasil yang diperoleh sangat bagus sehingga perseroan akan masuk ke sektor mikro mulai 2010, menurut Direktur Utama BNGA Arwin Rasyid.

BWPT: Targetkan Laba Bersih FY09 Rp200 M

BWPT menargetkan laba bersih FY09 sebesar Rp200 miliar seiring pendapatan hingga Nov09 hampir mendekati angka tersebut. Produksi CPO FY09 mencapai 90.000 ton dan ditargetkan naik 30% per tahunnya. Olehkarena itu, perseroan akan menambah jumlah lahan tertanam seluas 12.000 hs di 2010. (bisnis/fz)

DAVO: Restrukturisasi Utang Disepakati

Restrukturisasi utang DAVO dengan penukaran obligasi US$238 juta disetujui oleh 98,37% pemilik surat tersebut. Sementara itu, Moody's Investors Service meningkatkan peringkat Davomas Abadi menjadi Caa dari Ca dengan prospek stabil.

MTFN: Jajaki Akuisisi Perusahaan Tambang

MTFN menjajaki akuisisi perusahaan pertambangan dan perkebunan yang sudah beroperasi. Selain itu, tengah mengkaji bisnisnya di jalan tol dan pengelolaan air minum, serta menyiapkan pemisahan bisnis syariah pada unit pembiayaan. Saat ini, perseroan memformulasikan strategi bisnis perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya yang ditargetkan terlaksana mulai 2010.

PANR : Panorama Dapat Pinjaman Rp 113 Miliar Dari Bank Mandiri

PT Panorama Transportasi Tbk (White Horse) mendapatkan pinjaman sebesar Rp 113 miliar dari Bank Mandiri untuk pembiayaan ekspansi perseroan di 2010. Persetujuan ini diperlukan karena perseroan telah menerima Surat Penawaran dari Bank Mandiri untuk memberikan pinjaman dengan total sekitar Rp 113 Miliar yang dipergunakan untuk pembiayaan ekspansi taksi White Horse Premium Cab dan lainnya di tahun 2010.

Rumor

Harga saham WIKA berpotensi ke Rp400/saham. Kabarnya perseroan menggandeng perusahaan di Asia untuk mengerjakan sejumlah porek lonstruksi dan infrastruktur milik Pertamina. Selain itu, ekspansi usaha perseroan dengan mengikuti tender di Timur Tengah jadi sentimen positif.

Harga saham POLY berpotensi Rp200/saham seiring konversi utang perseroan menjadi saham akhir tahun. Selain itu, perseroan dikabarkan mengantongi dana segar dari Eropa dan bank lokal guna ekspansi usaha.

Corporate Actions


  • Hari ini (11/12), Cum dividen Adaro Energy Tbk. ( ADRO ) Rp12/saham, Ex dividen (14/12)
  • Hari ini (11/12), Start trading rights issue Bank Bukopin Tbk ( BBKP ), ratio 1(new) : 20 (old) Rp415/saham. End trading rights issue (17/12)
  • Hari ini (11/12), Listing date IPO Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) Rp110/saham dengan memberikan. warrant ratio 1:49
  • Hari ini (11/12), Exercise date warrant Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) ratio 1 : 1 Rp250/saham

Technical Picks

DJIA (10.405) – Trading BUY
UNTR (15.200) – Speculative BUY
UNSP (710) – BUY
BBRI (7750) – BUY on Weakness.

Sumber detik finance

Rupiah Menguat Perlahan

Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak perlahan dan kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga tutup tahun. Sebagian investor sudah menutup transaksi valasnya sehingga membuat rupiah akan bergerak aman-aman saja.

Pada perdagangan Jumat (11/12/2009), rupiah dibuka menguat tipis 9.435 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.445 per dolar AS.

Pengamat ekonomi Faisal Basri menyatakan ruang penguatan nilai tukar rupiah pada tahun depan diyakini masih terbuka.

Salah satu pemicu penguatan rupiah, ujar Faisal, penguatan nilai tukar rupiah yang belum sebanding dengan pelemahannya akibat sentimen negatif dari krisis keuangan global. Faisal menyatakan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sekarang sebagian karena kompensasi dari pelemahan sebelumnya.

"Rupiah sempat mencapai sekitar Rp 12.000 akibat dugaan negatif perekonomian Indonesia yang akhirnya tidak terbukti," ungkap Faisal, Kamis (10/12/2009).

Melihat pelemahan yang cukup dalam ini, Faisal memprediksi rupiah akan menguat pada level Rp 9.250-9.500 terhadap dolar Amerika Serikat. Meski begitu, dia tidak melihat adanya potensi gangguan terhadap ekspor akibat penguatan ini.

"Karena penguatannya belum sebanding dengan pelemahannya," jelas Faisal.

Faisal juga mengingatkan walaupun menguat, volatilitas nilai tukar rupiah masih tetap tinggi. Faisal berharap agar penguatan nilai tukar rupiah tidak terlalu cepat.

"Sekarang kita (rupiah) menguat 13% padahal China cuma 3%," ujar Faisal.

Oleh karena itu, Faisal mengusulkan agar Bank Indonesia mempunyai instrumen yang lebih efektif untuk menjaga nilai tukar.

Sumber detik finance

Bank Mutiara Incar Kredit Rp 2,2 Triliun Tahun 2010

Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk (sebelumnya Bank Century) menargetkan pertumbuhan kredit hingga 45% atau sebesar Rp 2,2 triliun tahun 2010.

Pertumbuhan kredit yang cukup besar tersebut dilakukan sebagai upaya manajemen untuk memperoleh laba bersih di tahun depan diatas Rp 250 miliar selain dari penerimaan fee based income.

Demikian dikatakan oleh Direktur Treasury Bank Mutiara Ahmad Fajar disela acara Costumer Gathering Bank Mutiara di Harum Manis Resto, Jakarta, Jumat malam (10/12/2009).

"Tahun 2009 ini, outstanding kredit sudah mencapai Rp 4,9 triliun, tahun depan rencananya akan tumbuh hingga Rp 2,2 triliun. Kita mengejar laba kedepan agar bisa lebih tinggi dari laba sekarang, laba saat ini per Oktober 2009 sudah mencapai Rp 231 miliar di akhir tahun 2009 bisa mencapai Rp 250 miliar dan di tahun depan kita targetkan Rp 270 miliar," papar Ahmad Fajar.

Fokus penyaluran kreditnya, lanjut Ahmad Fajar tetap di sektor retail dan kredit konsumer. Selain itu dikatakan Ahmad Fajar dari penerimaan Dana Pihak Ketiga, Bank Mutiara menargetkan pertumbuhannya mencapai Rp 1,5 triliun.

"Saat ini nasabah Mutiara kurang lebih mencapai 46.000 dan tahun depan ditargetkan akan bertambah nasabah baru sebanyak 10.000 nasabah," tuturnya.

Ditempat yang sama, Direktur Retail Bank Mutiara Benny Purnomo mengatakan ekspansi tahun 2010 cukup besar.

"Kita telah bekerja sama dengan 12 multifinance melalui channeling, kedepan kita masih akan menggaet multifinance yang masuk kedalam 40 besar multifinance terbesar di Indonesia," tuturnya.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Benny, Mutiara akan berikan kredit kepada Armada Finance yakni salah satu perusahaan multifinance karoseri terbesar di Yogyakarta dan dengan PT
Indomobil.

Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono menjelaskan target laba diatas Rp 250 miliar tersebut akan konsisten dipertahankan selama lima tahun kedepan. Hal ini dilakukan karena menurut Maryono jika laba bisa dipertahankan, Bank Mutiara mempunyai nilai jual diatas Rp 7 triliun.

"Saya diberi waktu oleh LPS 3 tahun, bisa diperpanjang 2 kali 1 tahun. Nantinya jika laba bersih mencapai Rp 250 miliar per tahunnya maka ditahun kelima laba Mutiara akan mencapai Rp 1,25 triliun," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, saat ini modal Mutiara tercatat sebesar Rp 600 miliar. Sehingga jika ditambahkan laba setelah lima tahun ekuitas menjadi Rp 1,75 triliun.

"Price to Book Value biasanya ekuitas dikali 4, jika ekuitasi kita nanti Rp 1,75 triliun maka harga jual Bank Mutiara akan mencapai Rp 7 triliun," tandasnya.

Sehingga, sambung Maryono, bisa mengganti dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) yang mencapai Rp 6,7 triliun.

"Ini belum termasuk recovery aset kita diluar negeri, jadi kami optimistis nilai bailout Rp 6,7 triliun akan kembali kepada LPS," pungkasnya.

Sumber detik finance

Bapepam Keluarkan Revisi Aturan Penambahan Modal Tanpa HMETD

Jakarta - Bapepam LK mengeluarkan revisi aturan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Aturan ini dibuat untuk membuat pasar modal sebagai pilihan alternatif sumber pembiayaan yang lebih kompetitif bagi dunia usaha.

Peraturan ini juga ditujukan untuk mendorong peningkatan kepemilikan publik secara lebih meluas atas perusahaan tersebut.

Menurut siaran pers dari Bapepam yang dikutip, Jumat (11/12/2009), aturan baru itu tertuang dalam Keputusan Ketua Bapepam LK No Kep-429/BL/2009 tertanggal 9 Desember 2009. Aturan ini merupakan devisi dari Peraturan Bapepam Nomor IX.D.4, lamporan Keputusan Ketua Bapepam Kep-44/PM/1998.

HMETD merupakan hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli Efek baru, termasuk saham, Efek yang dapat dikonversikan menjadi saham dan waran, sebelum ditawarkan kepada Pihak lain.

Sesuai dengan aturan baru ini, perusahaan dapat menambah modal tanpa memberikan HMETD kepada pemegang saham sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Nomor IX.D.1, sepanjang ditentukan dalam anggaran dasar, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Jika dalam jangka waktu 2 tahun, penambahan modal tersebut paling banyak 10 persen dari modal disetor.

2. Jika tujuan utama penambahan modal adalah untuk memperbaiki posisi keuangan Perusahaan yang mengalami salah satu kondisi sebagai berikut:

a. Bank yang menerima pinjaman dari Bank Indonesia atau lembaga pemerintah lain yang jumlahnya lebih dari 100% dari modal disetor atau kondisi lain yang dapat mengakibatkan restrukturisasi bank oleh instansi Pemerintah yang berwenang.

b. Perusahaan selain bank yang mempunyai modal kerja bersih negatif dan mempunyai kewajiban melebihi 80%
dari aset Perusahaan tersebut pada saat RUPS yang menyetujui penambahan modal.

c. Perusahaan yang gagal atau tidak mampu untuk menghindari kegagalan atas kewajibannya terhadap pemberi pinjaman yang tidak terafiliasi dan jika pemberi pinjaman tidak terafiliasi tersebut menyetujui untuk menerima saham atau obligasi konversi Perusahaan untuk menyelesaikan pinjaman tersebut.

Penambahan modal tanpa HMETD wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS. Bapepam juga mengatur ketentuan pelaksanaan RUPS untuk aksi korporasi ini. Bagi perusahaan yang tidak menetapi aturan ini, Bapepam akan menyiapkan sanksi.

sumber detik finance

Pengikut