Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif. Hasil laporan keuangan Alcoa Inc yang mengecewakan membuat investor kembali merasa gamang.
Investor juga merasa cemas dengan potensi retribusi bank yang akan dilakukan pemerintah AS. Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan tengah mempertimbangkan retribusi atau pajak pada sektor jasa perbankan guna menutup kerugian prgram Troubled Asset Relief Program, sebagai bagian dari rencana APBN 2011.
Potensi dari fee yang dipungut kemungkinan mencapai US$ 120 miliar untuk menutup kerugian para pembayar pajak setelah dananya digunakan mem-bailout perbankan AS.
Para investor khawatir langkah tersebut akan menggerus laba perbankan di saat sektor tersebut sedang berjuang keluar dari krisis finansial.
"Pembicaraan seputar retribusi bank menciptakan lagi ketidakpastian di pasar dan itu menjadi alasan sektor finansial berbalik arah. Semakin cepat mereka membuat klarifikasi rumor itu, maka akan semakin baik," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2010).
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 36,73 poin (0,34%) ke level 10.627,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,76 poin (0,94%) ke levle 1.136,22 dan Nasdaq melemah 30,10 poin (1,30%) ke level 2.282,31.
Saham Alcoa tercatat merosot hingga 11,1%, yang merupakan penurunan harian terbesar setelah Maret. Hal itu terjadi setelah produsen Aluminirum itu mengumumkan rugi US$ 277 juta. Indeks material S&P turun 2%.
Saham-saham sektor finansial rontok, saham Citigroup turun 3,03%, Wells Fargo turun 2,5%, JPMorgan Cahase turun 2,34% dan Bank of America turun 3,43%.
Volume perdagangan belum terlalu tebal, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,10 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,40 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,63 miliar.
sumber detik finance
ANM World Wide
Earth
Rabu, 13 Januari 2010
IHSG Tergencet Sentimen Regional
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin berhasil berbalik arah dan menguat signifikan meski sempat memerah di awal perdagangan.
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), IHSG ditutup naik 27,347 poin (1,03%) ke level 2.659,551. Indeks LQ 45 juga naik 6,324 poin (1,21%) ke level 525,086.
Namun IHSG pada perdagangan Rabu (13/1/2010) ini kembali mendapatkan ancaman profit taking. Selain karena faktor harga saham yang sudah terlalu mahal, IHSG juga terseret sentimen negatif melemahnya bursa-bursa global.
Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah akibat laporan keuangan yang mengecewakan dari Alcoa Inc. Investor juga dibuat gugup oleh rencana pemerintah AS mengenakan retribusi ke sektor perbankan untuk menutup dana bailout yang dikeluarkan.
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 36,73 poin (0,34%) ke level 10.627,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,76 poin (0,94%) ke levle 1.136,22 dan Nasdaq melemah 30,10 poin (1,30%) ke level 2.282,31.
Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan hari ini dengan melemah cukup besar. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 83,59 poin (0,77%) ke level 10.795,55.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Rally IHSG berlanjut dalam perdagangan kemarin setelah berhasil ditutup menguat +1,03% pada 2.659,551. Naiknya IHSG didorong oleh masih bullishnya pelaku pasar akan prospek ekonomi Indonesia di 2010. Kenaikan indeks juga memanfaatkan momentum rebound saham perbankan, consumer goods, dan perkebunan ditengah mulai melemahnya saham pertambangan.
Hari ini kami melihat peluang untuk menguat sudah relatif terbatas bagi indeks. Meski demikian, ditengah bullish-nya pasar, investor dapat melakukan selective buy terhadap saham-saham yang berprospek cerah di tahun ini. Sebagian kalangan pengelola dana masih menyimpan optimisme kenaikan indeks hingga akhir tahun masih cukup besar. Kami proyeksikan kisaran support-resistance hari ini 2.641-2.682.
sumber detik finance
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), IHSG ditutup naik 27,347 poin (1,03%) ke level 2.659,551. Indeks LQ 45 juga naik 6,324 poin (1,21%) ke level 525,086.
Namun IHSG pada perdagangan Rabu (13/1/2010) ini kembali mendapatkan ancaman profit taking. Selain karena faktor harga saham yang sudah terlalu mahal, IHSG juga terseret sentimen negatif melemahnya bursa-bursa global.
Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah akibat laporan keuangan yang mengecewakan dari Alcoa Inc. Investor juga dibuat gugup oleh rencana pemerintah AS mengenakan retribusi ke sektor perbankan untuk menutup dana bailout yang dikeluarkan.
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 36,73 poin (0,34%) ke level 10.627,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,76 poin (0,94%) ke levle 1.136,22 dan Nasdaq melemah 30,10 poin (1,30%) ke level 2.282,31.
Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan hari ini dengan melemah cukup besar. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 83,59 poin (0,77%) ke level 10.795,55.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Rally IHSG berlanjut dalam perdagangan kemarin setelah berhasil ditutup menguat +1,03% pada 2.659,551. Naiknya IHSG didorong oleh masih bullishnya pelaku pasar akan prospek ekonomi Indonesia di 2010. Kenaikan indeks juga memanfaatkan momentum rebound saham perbankan, consumer goods, dan perkebunan ditengah mulai melemahnya saham pertambangan.
Hari ini kami melihat peluang untuk menguat sudah relatif terbatas bagi indeks. Meski demikian, ditengah bullish-nya pasar, investor dapat melakukan selective buy terhadap saham-saham yang berprospek cerah di tahun ini. Sebagian kalangan pengelola dana masih menyimpan optimisme kenaikan indeks hingga akhir tahun masih cukup besar. Kami proyeksikan kisaran support-resistance hari ini 2.641-2.682.
sumber detik finance
Pemerintah Terbitkan Surat Utang Global US$ 2 Miliar
Jakarta - Pemerintah menerbitkan surat utang dalam valas atau global bond senilai US$ 2 miliar. Dana hasil penerbitan surat utang valas ini akan digunakan untuk membiayai APBN.
Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto, transaksi ini merupakan penerbitan program Global Medium Term Notes (GMTN) Indonesia yang telah di-upsize pd tgl 5 Januari 2010.
Penawaran ini terdiri atas 1 tranche sebesar US$ 2 miliar utk jangka waktu 10 tahun yang akan jatuh tempo Maret 2020 dengan yield 6%, harga 99,044%, dan kupon 5,875%.
"Transaksi ini menghasilkan kelebihan permintaan sebesar 2,3 kali atau US$ 4,5 miliar," jelas Rahmat kepada detikFinance, Rabu (13/1/2010).
Alokasi pembeli surat utang berdasarkan jenis investor adalah Asset Management 69%, Bank 14%, Asuransi 11%, dan investor ritel/individu 6%. Partisipasi investor dalam negeri mencapai 7% dari pemesanan akhir.
Surat utang dalam valas ini mendapatken peringkat Ba2 (stable) dari Moody's, BB- (positive) dari S&P, dan BB (stable) dari Fitch. Bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners transaksi ini adalah Barclays Capital, Citi, dan Credit Suisse.
sumber detik finance
Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto, transaksi ini merupakan penerbitan program Global Medium Term Notes (GMTN) Indonesia yang telah di-upsize pd tgl 5 Januari 2010.
Penawaran ini terdiri atas 1 tranche sebesar US$ 2 miliar utk jangka waktu 10 tahun yang akan jatuh tempo Maret 2020 dengan yield 6%, harga 99,044%, dan kupon 5,875%.
"Transaksi ini menghasilkan kelebihan permintaan sebesar 2,3 kali atau US$ 4,5 miliar," jelas Rahmat kepada detikFinance, Rabu (13/1/2010).
Alokasi pembeli surat utang berdasarkan jenis investor adalah Asset Management 69%, Bank 14%, Asuransi 11%, dan investor ritel/individu 6%. Partisipasi investor dalam negeri mencapai 7% dari pemesanan akhir.
Surat utang dalam valas ini mendapatken peringkat Ba2 (stable) dari Moody's, BB- (positive) dari S&P, dan BB (stable) dari Fitch. Bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners transaksi ini adalah Barclays Capital, Citi, dan Credit Suisse.
sumber detik finance
Langganan:
Komentar (Atom)