Jakarta - PT Pertamina (persero) hari ini merayakan ulang tahunnya ke-52. Bertepatan dengan ulang tahunnya tersebut, Pertamina akan menandatangani kucuran pinjaman dari konsorsium bank asing dan lokal senilai US$ 700 Juta atau sekitar Rp 6,6 triliun.
"Nanti sore kami akan menandatangani pinjaman US$ 700 juta," ujar direktur Keuangan Pertamina Ferederick Siahan di sela Syukuran HUT ke-52 Pertamina di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (10/12/2009).
Ia menjelaskan, pinjaman tersebut berbunga Libor +2,5 dengan jangka waktu pinjaman 5 tahun. Konsorsium 7 bank asing dan lokal yang mengucurkan pinjaman tersebut adalah ANZ, BNP Paribas, RBS dan HSBC, BCA, Panin Bank serta Joint Venture Bank Lokal
"Selain itu minggu depan, kami juga akan tandatangani pinjaman dengan konsorsium bank-bank BUMN sekitar US$ 300 juta yakni Bank Mandiri dan BRI. Tenornya 5 tahun," tambah Ferederick.
Pertamina juga sedang mempersiapkan penerbitan obligasi valas senilai US$ 1 miliar yang rencananya akan diterbitkan pada tahun 2010. Menurut Ferederick, seluruh dana dari pinjaman dan obligasi itu akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure.
ANM World Wide
Earth
Kamis, 10 Desember 2009
Saham Perdana Dian Swastatika Menguat Rp 250
Jakarta - Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dibuka menguat Rp 250 menjadi Rp 1.750 per saham. Perseroan menjadi tamu kesembilan BEI tahun ini.
Delapan perusahaan sebelumnya yang sudah mencatatkan diri di lantai bursa adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Katarina Utama Tbk (RINA) dan PT BW Plantations Tbk (BWPT).
Pada pembukaan perdagangan saham pukul 9.30 WIB hari ini saham BWPT langsung melejit Rp 250 menjadi Rp 1.750 per saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 100.000.000 saham (12,98%) dengan harga perdana Rp 1.500 per saham. Target dana IPO ini sebesar Rp 150 miliar.
Saat ini pemegang saham DSSA adalah AIP Cogen Private Limited 95% dan PT Sinar Mas Tunggal 5%. Setelah IPO, kepemilikan AIP Cogen akan terdilusi menjadi 82,67% dan Sinar Mas Tunggal menjadi 4,35, sisanya masyarakat 12,98%.
Dana hasil IPO rencananya akan dipergunakan untuk melunasi utang kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti (BKES) atas pembelian 48.801 saham perseroan dan akan dikonsentrasikan kepada pengembangan bisnis energi batu bara pada masa yang akan datang.
Bumi Kencana adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang berpengalaman. Karena itu perseroan membeli sebagian saham Bumi Kencana untuk mengembangkan investasinya di sektor pertambangan.
Sisa dana IPO dipergunakan sebagai penambah modal kerja perseroan, yaitu sewa lahan, biaya kontraktor, beban pemeliharaan, dan kegiatan usaha penyewaan menara telekomunikasi.
Bertindak selaku penjamin emisi PT OSK Nusadana Securities Indonesia, PT HD Capital, PT Sinarmas Sekuritas, PT Victoria Sekuritas dan PT Yulie Sekurindo.
Sumber detik finance
Delapan perusahaan sebelumnya yang sudah mencatatkan diri di lantai bursa adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Katarina Utama Tbk (RINA) dan PT BW Plantations Tbk (BWPT).
Pada pembukaan perdagangan saham pukul 9.30 WIB hari ini saham BWPT langsung melejit Rp 250 menjadi Rp 1.750 per saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 100.000.000 saham (12,98%) dengan harga perdana Rp 1.500 per saham. Target dana IPO ini sebesar Rp 150 miliar.
Saat ini pemegang saham DSSA adalah AIP Cogen Private Limited 95% dan PT Sinar Mas Tunggal 5%. Setelah IPO, kepemilikan AIP Cogen akan terdilusi menjadi 82,67% dan Sinar Mas Tunggal menjadi 4,35, sisanya masyarakat 12,98%.
Dana hasil IPO rencananya akan dipergunakan untuk melunasi utang kepada PT Bumi Kencana Eka Sakti (BKES) atas pembelian 48.801 saham perseroan dan akan dikonsentrasikan kepada pengembangan bisnis energi batu bara pada masa yang akan datang.
Bumi Kencana adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang berpengalaman. Karena itu perseroan membeli sebagian saham Bumi Kencana untuk mengembangkan investasinya di sektor pertambangan.
Sisa dana IPO dipergunakan sebagai penambah modal kerja perseroan, yaitu sewa lahan, biaya kontraktor, beban pemeliharaan, dan kegiatan usaha penyewaan menara telekomunikasi.
Bertindak selaku penjamin emisi PT OSK Nusadana Securities Indonesia, PT HD Capital, PT Sinarmas Sekuritas, PT Victoria Sekuritas dan PT Yulie Sekurindo.
Sumber detik finance
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pada perdagangan kemarin saham US kembali menguat setelah mengalami penurunan dalam dua hari berturut-turut setelah analis meng-upgrade saham 3M Co. dan Sprint Nextel Corp. serta rallynya komoditas yang berhasil menutupi kekhawatiran akan permasalahan gagal bayar hutang.
3M, produsen 55.000 produk naik 3.4% dan Sprint +5.6% setelah analis CitiGroup Inc.merekomendasikan 'buy' untuk saham tersebut. AK Steel Holding Corp. +6.2% dengan adanya rencana menaikkan harga produk carbon steel sebesar $30/ton. Indeks S&P 500 (+0.4%) 1,095.95 dan Dow Jones (+0.5%) 10,337.05.
Regional Pagi: Bursa Jepang melemah seiring harga komoditas menurun dan kekhawatiran yang memuncak mengenai ekonomi yang akan terus memburuk setelah Standard & Poor’s menurunkan outlook kredit Spanyol. Selain itu juga dipicu oleh Cabinet Office yang melaporkan pesanan mesin turun lebih dari ekspektasi 4.5% mom di Oktober. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (-2.1%). Inpex Corp. (-2.1%) setelah harga minyak menurun. Toray Industries Inc. (-1.3%) setelah Merrill Lynch & Co. memberi peringkat "underperform".
Namun Sanyo Electric Co. Ltd. (+6.3%). Panasonic Corp. merampungkan tender offer untuk Sanyo Electric dan membentuk anak usaha Sanyo sebelum akhir bulan. Nikkei 225 (-0.4%) 9,968.88 dan Topix (-0.3%) 882.16. KOSPI INDEX (-0.05%) 1,633.41. S&P/ASX 200 INDEX (+0.17%) 4,645.60. STI (+0.20%) 2,802.85.
Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $71/barel setelah laporan pemerintah menunjukkan persediaan bahan bakar naik akibat naiknya tingkat operasi kilang minyak. Laporan menunjukkan persediaan gasoline naik 2.25 juta barel menajdi 216.3 juta, bahan bakar distilasi naik 1.62 juta menjadi 167.3 juta. Crude oil untuk Januari diperdagangkan pada $70.95/barel. Crude Oil (+0.6%) $71.1/bbl, Gold (+0.5%) $1.134/oz, CPO (-0.1%) 2.495 RM/MT, Nickel (+2.6%) $16.570/MT, Tin (+0.8%) $15.275/MT.
Harga copper turun setelah S&P menurunkan prospek kredit Spanyol menjadi negatif setelah sebelumnya Fitch Ratings mendowngrade kredit Yunani. Sejak 2 Desember lalu harga copper telah turun 4.1%. Copper untuk pengiriman Maret -1.3% menjadi $3.1235/pound.
Economic & Industrial News
Economic: Indeks Konsumen November Meningkat Capai 111 Poin - BI
BI menilai masyarakat semakin optimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pasalnya, Survei Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) BI periode November mencapai 111 poin atau naik 1 poin vs per Oktober. Naiknya IKK ditopang oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yakni 97,7 poin vs per Oktober 96,8 poin yang merefleksikan membaiknya persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan kerja. BI juga menilai responden semakin optimistis karena laju inflasi makin terkendali, dan cenderung turun seiring nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat.
Economic: Investasi Tumbuh 5-8% di 2010 - Sri Mulyani
Walaupun inflasi FY10 tidak serendah FY09, Sri Mulyani tetap optimis pertumbuhan investasi di 2010 mencapai 5-8% seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi terus meningkat di 2010 sebesar 5-6%.
Economic : Investasi Langsung Dipatok Tumbuh 15%
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini penanaman modal langsung pada tahun depan mencapai US$45 M atau meningkat hingga 15% dari realisasi tahun ini. Kepala BKPM mengatakan untuk menggali potensi investasi harus lebih dalam, pemerintah akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur, baik fisik maupun nonfisik.
Automotive: Penjualan Motor November Melonjak 11%
Realisasi penjualan sepeda motor nasional pada November 2009 melonjak 11% yoy menjadi 546.177 unit dari 493.237 unit, yang merupakan kenaikan penjualan ketiga pada tahun ini setelah Agustus dan Oktober sebesar 19%. Lonjakan penjualan ini dipicu oleh pemulihan perekonomian nasional, yang ditandai dengan rendahnya suku bunga kredit dan membaiknya posisi likuiditas di perusahaan listing.
Economic: Merger dan Akusisi Rontok Hingga 56%
Nilai merger dan akuisisi di seluruh dunia pada tahun ini diproyeksikan anjlok sebesar 56% jika dibandingkan dengan nilai merger dan akusisi pada 2008. Aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun ini diperkirakan memilki nilai US$600 miliar. Jauh dibawah angka merger dan akusisi di 2008 sebesar US$1,36 triliun.
Mining: NTB Keluhkan Divestasi Newmont
Tiga pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat )NTB) hingga kini mengaku belum menerima surat rekomendasi dan persetujuan jual beli serta pelepasan saham divestasi 7% periode 2008 Newmont senilai US$ 246,8 juta. Maka proses pelunasan pembelian dan pengalihan saham divestasi 7% belum bisa dilakukan.
Economic: Krisis Listrik Pangkas Penjualan Semen
Krisis listrik yang terjadi dalam sebulan terakhir memangkas penjualan semen domestik sepanjang November 2009 sebesar 6,6% menjadi 3,54 juta ton dari bulan sebelumnya sebesar 3,793 juta ton.
Economic : 9 Bank Dipastikan Ikut Salurkan KUR
Kementerian UKM memastikan 9 bank lagi akan berpartisipasi menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) pada 2010. Bank tersebut antara lain BCA, BII, Bank Mega, Bank Panin, Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Jabar, dan Bank Nagari. Dengan demikian, lembaga penyalur KUR pada 2010 akan berjumlah 15 bank. Sebelumnya bank penyalur KUR ini berjumlah 6 bank (BRI, BNI, Bank Mandiri, Bukopin, Bank Syariah Mandiri dan BTN).
Economic: Harga 5 Komoditas Ekspor Bakal Tertekan
Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) memperkirakan, harga lima komoditas bakal mengalami tekanan di bursa global tahun depan. Pemicunya adalah munculnya kompetitor dan kondisi pasar yang belum pulih 100%. Empat komoditas pertama yakni kopi, lada, kakao, dan karet akan mendapat tantangan dari komoditas China dan Vietnam. Sementara harga untuk komoditas CPO masih terus berlanjut dengan harga rata-rata US$657,5 per ton.
Corporate news
Bumi: Siap Kucurkan Pinjaman ke Berau, Akuisisi Berau Disinyalir US$1,48 M
PT Recapital Advisors telah menyetujui akuisisi 90% saham Berau Coal sebesar US$1,48 miliar, dimana US$300 juta berasal dari kucuran dana BUMI US4300 juta, ungkap seseorang yang familiar dengan kondisi tersebut. Sementara itu, Bumi menyatakan minatnya untuk mendukung Berau melalui pemberian pinjaman yang telah disiapkan dari hasil emisi obligasi dan pinjaman lainnya seperti JP Morgan. Namun, kucuran dana dari perseroan kepada Berau masih menunggu penyelesaian akuisisi saham PT Risco, Rognar Holding BV, selaku pemegang saham Berau, oleh Recapital.
BTEL: Jajaki Emisi Obligasi R2 T
BTEL menjajaki emisi obligasi senilai Rp2 triliun untuk refinancing utang dan capex. Namun, penetapan besaran nilai dan jadwalnya masih menunggu pasar di 1H-2010.
UNSP: Beli Domba Mas, Rights Issue Disinyalir US$300 Jt
UNSP disinyalir akan rights issue sebesar US$300 juta pada pertengahan Januari 2010 guna membiayai pembeliaan aset perkebunan dan olekimia milik Domba Mas Grup. Harga pembeliaan PT Domba Mas Agro Inti diprediksi $500 juta dan perseroan juga tengah menjajaki penerbitan emisi global atau lokal untuk sisa kekurangan pendanaannya. Perseroan membenarkan rencana rights issue, namun enggan memerinci detail besaran jumlahnya.
ADRO: Estimasi Capex FY10 US$470 Jt
ADRO memprediksi capex FY10 sebesar US$400 juta atau Rp4 triliun meliputi belanja rutin US$50-US$70 juta dan US$350 juta membiayai pembangunan overland conveyor. Pendanaan berasal dari kas internal dan hasil obligasi. Perseroan juga akan masuk ke bisnis power plant berjangka panjang di 2010.
IPO: Ashmore Akan Kuasai 33,72% Saham Emtek (Induk SCTV)
Ashmore Investment Management Ltd akan menguasai 33,72% saham PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) atau induk usaha SCTV seiring perseroan listing di BEI. Hal tersebut terkait dengan restrukturisasi utang Rp1,4 triliun pada tahun 2008. Sementara itu, harga penawaran IPO Emtek mencapai Rp600-800/saham.
IPO: Jamsostek Beli Banyak Saham BTN, Singapura Beli 5,4%
PT Bank Tabungan Negara mengayatakan Jamsostek menguasai mayoritas jatah saham IPO BTN dalam pasar domestik, sedangkan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura yakni Singapura Government Investment Corporation akan membeli 5,4% sahamnya. Sementara itu, penawaran saham BTN oversubcribed hingga 200%.
ELSA: Akuisisi Terganjal Utang Tridaya Esta
Proses akuisisi 37,15% saham ELSA oleh konsorsium Northstar-Saratoga masih menunggu penyelesaian utang PT Tridaya Esta kepada kreditor. Konsorsium menargetkan akuisisi bisa rampung pada 1Q-2010. Konsorsium mengindikasikan upaya restrukturisasi jika Tridaya tak bisa menyelesaikan utang tersebut.
RODA: Jajaki Rights Issue di 2010
PT Royal Oak Development Asia Tbk (RODA) berencana menggelar rights issue pada tahun 2010. Perseroan membutuhkan dana US$ 3-5 juta untuk melakukan kegiatan akuisisi perusahaan sektor properti di tahun depan.
BLTA: Akan Joint Venture dengan Miclyn Express
BLTA segera joint venture dengan Miclyn Express Offshore untuk berbisnis di jasa pengangkutan lepas pantai ada akhir bulan ini. Nantinya, anak usaha patungan bernama PT BLT Miclyn Offshore (BMO) dengan porsi kepemilikan masing-masing 50%. Perseroan membidik pasar jasa kapal layanan lepas pantai Indonesia senilai US$ 200 juta - US$ 250 juta.
SMGR: Rajawali Bantah Lepas Saham di Semen Gresik
Grup Rajawali membantah kabar yang menyatakan bahwa perusahaan akan melepas sahamnya di SMGR sebesar 24,9%. Perusahaan juga belum melakukan penawaran kepada pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.
Rumor
Harga saham MNCN berpotensi ke Rp300/saham. Kabarnya, pemegang saham perseroan dari Singapura akan memanbah porsi sahamnya dengan membeli di pasar karena tertarik atas rencana perseroan yang dikabarkan akan mengakuisisi TV asing. Rencana buyback saham jadi sentimen positif. (investor/fz)
Harga saham DAVO berpotensi ke Rp75-80/saham. Kabarnya, perusahaan investasi asing siap jadi standby buyer dari obligasi perseroan. Selain itu, pemegang saham pengendali dikabarkan mengucurkan dana untuk merestrukturisasi utang perseroan. (investor/fz)
Corporate Actions
Hari ini (10/12), Listing date IPO Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ( 12.98%) Rp1.500/saham
Technical Picks
3M, produsen 55.000 produk naik 3.4% dan Sprint +5.6% setelah analis CitiGroup Inc.merekomendasikan 'buy' untuk saham tersebut. AK Steel Holding Corp. +6.2% dengan adanya rencana menaikkan harga produk carbon steel sebesar $30/ton. Indeks S&P 500 (+0.4%) 1,095.95 dan Dow Jones (+0.5%) 10,337.05.
Regional Pagi: Bursa Jepang melemah seiring harga komoditas menurun dan kekhawatiran yang memuncak mengenai ekonomi yang akan terus memburuk setelah Standard & Poor’s menurunkan outlook kredit Spanyol. Selain itu juga dipicu oleh Cabinet Office yang melaporkan pesanan mesin turun lebih dari ekspektasi 4.5% mom di Oktober. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (-2.1%). Inpex Corp. (-2.1%) setelah harga minyak menurun. Toray Industries Inc. (-1.3%) setelah Merrill Lynch & Co. memberi peringkat "underperform".
Namun Sanyo Electric Co. Ltd. (+6.3%). Panasonic Corp. merampungkan tender offer untuk Sanyo Electric dan membentuk anak usaha Sanyo sebelum akhir bulan. Nikkei 225 (-0.4%) 9,968.88 dan Topix (-0.3%) 882.16. KOSPI INDEX (-0.05%) 1,633.41. S&P/ASX 200 INDEX (+0.17%) 4,645.60. STI (+0.20%) 2,802.85.
Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $71/barel setelah laporan pemerintah menunjukkan persediaan bahan bakar naik akibat naiknya tingkat operasi kilang minyak. Laporan menunjukkan persediaan gasoline naik 2.25 juta barel menajdi 216.3 juta, bahan bakar distilasi naik 1.62 juta menjadi 167.3 juta. Crude oil untuk Januari diperdagangkan pada $70.95/barel. Crude Oil (+0.6%) $71.1/bbl, Gold (+0.5%) $1.134/oz, CPO (-0.1%) 2.495 RM/MT, Nickel (+2.6%) $16.570/MT, Tin (+0.8%) $15.275/MT.
Harga copper turun setelah S&P menurunkan prospek kredit Spanyol menjadi negatif setelah sebelumnya Fitch Ratings mendowngrade kredit Yunani. Sejak 2 Desember lalu harga copper telah turun 4.1%. Copper untuk pengiriman Maret -1.3% menjadi $3.1235/pound.
Economic & Industrial News
Economic: Indeks Konsumen November Meningkat Capai 111 Poin - BI
BI menilai masyarakat semakin optimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Pasalnya, Survei Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) BI periode November mencapai 111 poin atau naik 1 poin vs per Oktober. Naiknya IKK ditopang oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yakni 97,7 poin vs per Oktober 96,8 poin yang merefleksikan membaiknya persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan kerja. BI juga menilai responden semakin optimistis karena laju inflasi makin terkendali, dan cenderung turun seiring nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat.
Economic: Investasi Tumbuh 5-8% di 2010 - Sri Mulyani
Walaupun inflasi FY10 tidak serendah FY09, Sri Mulyani tetap optimis pertumbuhan investasi di 2010 mencapai 5-8% seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi terus meningkat di 2010 sebesar 5-6%.
Economic : Investasi Langsung Dipatok Tumbuh 15%
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini penanaman modal langsung pada tahun depan mencapai US$45 M atau meningkat hingga 15% dari realisasi tahun ini. Kepala BKPM mengatakan untuk menggali potensi investasi harus lebih dalam, pemerintah akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur, baik fisik maupun nonfisik.
Automotive: Penjualan Motor November Melonjak 11%
Realisasi penjualan sepeda motor nasional pada November 2009 melonjak 11% yoy menjadi 546.177 unit dari 493.237 unit, yang merupakan kenaikan penjualan ketiga pada tahun ini setelah Agustus dan Oktober sebesar 19%. Lonjakan penjualan ini dipicu oleh pemulihan perekonomian nasional, yang ditandai dengan rendahnya suku bunga kredit dan membaiknya posisi likuiditas di perusahaan listing.
Economic: Merger dan Akusisi Rontok Hingga 56%
Nilai merger dan akuisisi di seluruh dunia pada tahun ini diproyeksikan anjlok sebesar 56% jika dibandingkan dengan nilai merger dan akusisi pada 2008. Aksi korporasi yang dilakukan sepanjang tahun ini diperkirakan memilki nilai US$600 miliar. Jauh dibawah angka merger dan akusisi di 2008 sebesar US$1,36 triliun.
Mining: NTB Keluhkan Divestasi Newmont
Tiga pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat )NTB) hingga kini mengaku belum menerima surat rekomendasi dan persetujuan jual beli serta pelepasan saham divestasi 7% periode 2008 Newmont senilai US$ 246,8 juta. Maka proses pelunasan pembelian dan pengalihan saham divestasi 7% belum bisa dilakukan.
Economic: Krisis Listrik Pangkas Penjualan Semen
Krisis listrik yang terjadi dalam sebulan terakhir memangkas penjualan semen domestik sepanjang November 2009 sebesar 6,6% menjadi 3,54 juta ton dari bulan sebelumnya sebesar 3,793 juta ton.
Economic : 9 Bank Dipastikan Ikut Salurkan KUR
Kementerian UKM memastikan 9 bank lagi akan berpartisipasi menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) pada 2010. Bank tersebut antara lain BCA, BII, Bank Mega, Bank Panin, Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Jabar, dan Bank Nagari. Dengan demikian, lembaga penyalur KUR pada 2010 akan berjumlah 15 bank. Sebelumnya bank penyalur KUR ini berjumlah 6 bank (BRI, BNI, Bank Mandiri, Bukopin, Bank Syariah Mandiri dan BTN).
Economic: Harga 5 Komoditas Ekspor Bakal Tertekan
Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) memperkirakan, harga lima komoditas bakal mengalami tekanan di bursa global tahun depan. Pemicunya adalah munculnya kompetitor dan kondisi pasar yang belum pulih 100%. Empat komoditas pertama yakni kopi, lada, kakao, dan karet akan mendapat tantangan dari komoditas China dan Vietnam. Sementara harga untuk komoditas CPO masih terus berlanjut dengan harga rata-rata US$657,5 per ton.
Corporate news
Bumi: Siap Kucurkan Pinjaman ke Berau, Akuisisi Berau Disinyalir US$1,48 M
PT Recapital Advisors telah menyetujui akuisisi 90% saham Berau Coal sebesar US$1,48 miliar, dimana US$300 juta berasal dari kucuran dana BUMI US4300 juta, ungkap seseorang yang familiar dengan kondisi tersebut. Sementara itu, Bumi menyatakan minatnya untuk mendukung Berau melalui pemberian pinjaman yang telah disiapkan dari hasil emisi obligasi dan pinjaman lainnya seperti JP Morgan. Namun, kucuran dana dari perseroan kepada Berau masih menunggu penyelesaian akuisisi saham PT Risco, Rognar Holding BV, selaku pemegang saham Berau, oleh Recapital.
BTEL: Jajaki Emisi Obligasi R2 T
BTEL menjajaki emisi obligasi senilai Rp2 triliun untuk refinancing utang dan capex. Namun, penetapan besaran nilai dan jadwalnya masih menunggu pasar di 1H-2010.
UNSP: Beli Domba Mas, Rights Issue Disinyalir US$300 Jt
UNSP disinyalir akan rights issue sebesar US$300 juta pada pertengahan Januari 2010 guna membiayai pembeliaan aset perkebunan dan olekimia milik Domba Mas Grup. Harga pembeliaan PT Domba Mas Agro Inti diprediksi $500 juta dan perseroan juga tengah menjajaki penerbitan emisi global atau lokal untuk sisa kekurangan pendanaannya. Perseroan membenarkan rencana rights issue, namun enggan memerinci detail besaran jumlahnya.
ADRO: Estimasi Capex FY10 US$470 Jt
ADRO memprediksi capex FY10 sebesar US$400 juta atau Rp4 triliun meliputi belanja rutin US$50-US$70 juta dan US$350 juta membiayai pembangunan overland conveyor. Pendanaan berasal dari kas internal dan hasil obligasi. Perseroan juga akan masuk ke bisnis power plant berjangka panjang di 2010.
IPO: Ashmore Akan Kuasai 33,72% Saham Emtek (Induk SCTV)
Ashmore Investment Management Ltd akan menguasai 33,72% saham PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) atau induk usaha SCTV seiring perseroan listing di BEI. Hal tersebut terkait dengan restrukturisasi utang Rp1,4 triliun pada tahun 2008. Sementara itu, harga penawaran IPO Emtek mencapai Rp600-800/saham.
IPO: Jamsostek Beli Banyak Saham BTN, Singapura Beli 5,4%
PT Bank Tabungan Negara mengayatakan Jamsostek menguasai mayoritas jatah saham IPO BTN dalam pasar domestik, sedangkan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura yakni Singapura Government Investment Corporation akan membeli 5,4% sahamnya. Sementara itu, penawaran saham BTN oversubcribed hingga 200%.
ELSA: Akuisisi Terganjal Utang Tridaya Esta
Proses akuisisi 37,15% saham ELSA oleh konsorsium Northstar-Saratoga masih menunggu penyelesaian utang PT Tridaya Esta kepada kreditor. Konsorsium menargetkan akuisisi bisa rampung pada 1Q-2010. Konsorsium mengindikasikan upaya restrukturisasi jika Tridaya tak bisa menyelesaikan utang tersebut.
RODA: Jajaki Rights Issue di 2010
PT Royal Oak Development Asia Tbk (RODA) berencana menggelar rights issue pada tahun 2010. Perseroan membutuhkan dana US$ 3-5 juta untuk melakukan kegiatan akuisisi perusahaan sektor properti di tahun depan.
BLTA: Akan Joint Venture dengan Miclyn Express
BLTA segera joint venture dengan Miclyn Express Offshore untuk berbisnis di jasa pengangkutan lepas pantai ada akhir bulan ini. Nantinya, anak usaha patungan bernama PT BLT Miclyn Offshore (BMO) dengan porsi kepemilikan masing-masing 50%. Perseroan membidik pasar jasa kapal layanan lepas pantai Indonesia senilai US$ 200 juta - US$ 250 juta.
SMGR: Rajawali Bantah Lepas Saham di Semen Gresik
Grup Rajawali membantah kabar yang menyatakan bahwa perusahaan akan melepas sahamnya di SMGR sebesar 24,9%. Perusahaan juga belum melakukan penawaran kepada pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.
Rumor
Harga saham MNCN berpotensi ke Rp300/saham. Kabarnya, pemegang saham perseroan dari Singapura akan memanbah porsi sahamnya dengan membeli di pasar karena tertarik atas rencana perseroan yang dikabarkan akan mengakuisisi TV asing. Rencana buyback saham jadi sentimen positif. (investor/fz)
Harga saham DAVO berpotensi ke Rp75-80/saham. Kabarnya, perusahaan investasi asing siap jadi standby buyer dari obligasi perseroan. Selain itu, pemegang saham pengendali dikabarkan mengucurkan dana untuk merestrukturisasi utang perseroan. (investor/fz)
Corporate Actions
Hari ini (10/12), Listing date IPO Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ( 12.98%) Rp1.500/saham
Technical Picks
- ANTM (2275) – Speculative BUY
- ELTY (220) – Speculative BUY
- SMGR (7350) – BUY
- BBCA (4700) – BUY on Weakness.
Pelemahan Dolar Angkat Wall Street
Saham-saham di bursa Wall Street kembali menguat seiring melemahnya lagi dolar AS dan kembalinya risk appetite investor sehingga mengangkat saham-saham sektor finansial, teknologi dan sumber daya alam.
Bursa Wall Street bergerak menguat setelah selama 2 hari terakhir dilanda pelemahan. Pergerakan dolar AS dan pasar saham semakin berhubungan sejak indeks S&P 500 menembus titik terendahnya pada awal Maret.
"Pelemahan dolar AS pada akhir perdagangan dan kabar Citigroup akan membayar dana bailout memberikan sedikit dukungan ke pasar. Namun kemungkinan pelemahan dolar AS lebih berfungsi ketimbang lainnya," ujar Peter Kenny, managing director Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009).
Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 51,08 poin (0,50%) ke level 10.337,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,95 poin (0,36%) ke level 1.095,89 dan Nasdaq menguat 10,74 poin (0,495) ke level 2.183,73.
Awalnya, saham-saham bergerak melemah setelah Standard & Poor's merevisi outlook kredit Spanyol menjadi negatif. Hal itu terjadi sehari setelah Fitch menurunkan peringkat utang Yunani.
Namun saham-saham bergerak menguat setelah dolar AS melemah. Korelasi dolar AS dengan pasar saham atau disebut carry-trade terjadi yakni dolar AS melemah, maka saham akan bergerak menguat.
Kabar positif datang dari Citigroup Inc yang akan membayar dana talangan setelah berhasil meraup pendanaan dari penawaran saha,. Analis menyatakan pembayaran kembali dana talangan itu memberikan salah satu tanda bahwa sektor perbankan semakin sehat.
Namun perdagangan masih saja tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,08 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 1,92 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Sumber detik finance
Bursa Wall Street bergerak menguat setelah selama 2 hari terakhir dilanda pelemahan. Pergerakan dolar AS dan pasar saham semakin berhubungan sejak indeks S&P 500 menembus titik terendahnya pada awal Maret.
"Pelemahan dolar AS pada akhir perdagangan dan kabar Citigroup akan membayar dana bailout memberikan sedikit dukungan ke pasar. Namun kemungkinan pelemahan dolar AS lebih berfungsi ketimbang lainnya," ujar Peter Kenny, managing director Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2009).
Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 51,08 poin (0,50%) ke level 10.337,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,95 poin (0,36%) ke level 1.095,89 dan Nasdaq menguat 10,74 poin (0,495) ke level 2.183,73.
Awalnya, saham-saham bergerak melemah setelah Standard & Poor's merevisi outlook kredit Spanyol menjadi negatif. Hal itu terjadi sehari setelah Fitch menurunkan peringkat utang Yunani.
Namun saham-saham bergerak menguat setelah dolar AS melemah. Korelasi dolar AS dengan pasar saham atau disebut carry-trade terjadi yakni dolar AS melemah, maka saham akan bergerak menguat.
Kabar positif datang dari Citigroup Inc yang akan membayar dana talangan setelah berhasil meraup pendanaan dari penawaran saha,. Analis menyatakan pembayaran kembali dana talangan itu memberikan salah satu tanda bahwa sektor perbankan semakin sehat.
Namun perdagangan masih saja tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,08 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 1,92 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Sumber detik finance
IHSG Siap Meraih Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah meski berhasil mempersempit penurunannya. Pelemahan bursa-bursa regional setelah Fitch menurunkan peringkat Yunani membuat saham-saham sulit bergerak menguat.
IHSG bergerak melemah meski aksi damai memperingati hari antikorupsi ternyata berlangsung damai. Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), IHSG ditutup melemah tipis 2,595 poin (0,10%) ke level 2.481,297.
Namun IHSG pada perdagangan Kamis (10/12/2009) ini kembali berpotensi menguat. Pelemahan IHSG yang sudah terjadi selama 2 hari berturut-turut sehingga menjauh dari level 2.500 membawa potensi penguatan meski tidak terlalu lebar. Hadirnya emiten baru PT Dian Swastatika Tbk diharapkan bisa membawa angin segar.
Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang menguat seiring dengan melemahnya dolar AS. Risk appetite investor kembali sehingga menimbulkan lagi perburuan atas aset-aset yang lebih berisiko.
Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 51,08 poin (0,50%) ke level 10.337,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,95 poin (0,36%) ke level 1.095,89 dan Nasdaq menguat 10,74 poin (0,495) ke level 2.183,73.
Sementara Bursa Tokyo dibuka masih melemah tipis hingga turun di bawah level 10.000. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 33,91 poin (0,34%) ke level 9.970,81.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Indeks kemarin bergerak melemah didorong oleh melemahnya bursa regional serta kekhawatiran akan aksi demo hari antikorupsi. Transaksi saham masih tetap sepi untuk ketiga hari berturut-turut. Hari ini kami perkirakan terdapat peluang untuk melakukan buy on weakness terhadap beberapa saham unggulan. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.462-2.497.
sumber detik finance
IHSG bergerak melemah meski aksi damai memperingati hari antikorupsi ternyata berlangsung damai. Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), IHSG ditutup melemah tipis 2,595 poin (0,10%) ke level 2.481,297.
Namun IHSG pada perdagangan Kamis (10/12/2009) ini kembali berpotensi menguat. Pelemahan IHSG yang sudah terjadi selama 2 hari berturut-turut sehingga menjauh dari level 2.500 membawa potensi penguatan meski tidak terlalu lebar. Hadirnya emiten baru PT Dian Swastatika Tbk diharapkan bisa membawa angin segar.
Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang menguat seiring dengan melemahnya dolar AS. Risk appetite investor kembali sehingga menimbulkan lagi perburuan atas aset-aset yang lebih berisiko.
Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 51,08 poin (0,50%) ke level 10.337,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,95 poin (0,36%) ke level 1.095,89 dan Nasdaq menguat 10,74 poin (0,495) ke level 2.183,73.
Sementara Bursa Tokyo dibuka masih melemah tipis hingga turun di bawah level 10.000. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 33,91 poin (0,34%) ke level 9.970,81.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Indeks kemarin bergerak melemah didorong oleh melemahnya bursa regional serta kekhawatiran akan aksi demo hari antikorupsi. Transaksi saham masih tetap sepi untuk ketiga hari berturut-turut. Hari ini kami perkirakan terdapat peluang untuk melakukan buy on weakness terhadap beberapa saham unggulan. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.462-2.497.
sumber detik finance
IHSG Siap Meraih Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah meski berhasil mempersempit penurunannya. Pelemahan bursa-bursa regional setelah Fitch menurunkan peringkat Yunani membuat saham-saham sulit bergerak menguat.
IHSG bergerak melemah meski aksi damai memperingati hari antikorupsi ternyata berlangsung damai. Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), IHSG ditutup melemah tipis 2,595 poin (0,10%) ke level 2.481,297.
Namun IHSG pada perdagangan Kamis (10/12/2009) ini kembali berpotensi menguat. Pelemahan IHSG yang sudah terjadi selama 2 hari berturut-turut sehingga menjauh dari level 2.500 membawa potensi penguatan meski tidak terlalu lebar. Hadirnya emiten baru PT Dian Swastatika Tbk diharapkan bisa membawa angin segar.
Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang menguat seiring dengan melemahnya dolar AS. Risk appetite investor kembali sehingga menimbulkan lagi perburuan atas aset-aset yang lebih berisiko.
Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 51,08 poin (0,50%) ke level 10.337,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,95 poin (0,36%) ke level 1.095,89 dan Nasdaq menguat 10,74 poin (0,495) ke level 2.183,73.
Sementara Bursa Tokyo dibuka masih melemah tipis hingga turun di bawah level 10.000. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 33,91 poin (0,34%) ke level 9.970,81.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Indeks kemarin bergerak melemah didorong oleh melemahnya bursa regional serta kekhawatiran akan aksi demo hari antikorupsi. Transaksi saham masih tetap sepi untuk ketiga hari berturut-turut. Hari ini kami perkirakan terdapat peluang untuk melakukan buy on weakness terhadap beberapa saham unggulan. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.462-2.497.
sumber detik finance
IHSG bergerak melemah meski aksi damai memperingati hari antikorupsi ternyata berlangsung damai. Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), IHSG ditutup melemah tipis 2,595 poin (0,10%) ke level 2.481,297.
Namun IHSG pada perdagangan Kamis (10/12/2009) ini kembali berpotensi menguat. Pelemahan IHSG yang sudah terjadi selama 2 hari berturut-turut sehingga menjauh dari level 2.500 membawa potensi penguatan meski tidak terlalu lebar. Hadirnya emiten baru PT Dian Swastatika Tbk diharapkan bisa membawa angin segar.
Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang menguat seiring dengan melemahnya dolar AS. Risk appetite investor kembali sehingga menimbulkan lagi perburuan atas aset-aset yang lebih berisiko.
Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 51,08 poin (0,50%) ke level 10.337,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,95 poin (0,36%) ke level 1.095,89 dan Nasdaq menguat 10,74 poin (0,495) ke level 2.183,73.
Sementara Bursa Tokyo dibuka masih melemah tipis hingga turun di bawah level 10.000. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 33,91 poin (0,34%) ke level 9.970,81.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Indeks kemarin bergerak melemah didorong oleh melemahnya bursa regional serta kekhawatiran akan aksi demo hari antikorupsi. Transaksi saham masih tetap sepi untuk ketiga hari berturut-turut. Hari ini kami perkirakan terdapat peluang untuk melakukan buy on weakness terhadap beberapa saham unggulan. Indeks kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.462-2.497.
sumber detik finance
Langganan:
Komentar (Atom)