Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak perlahan dan kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga tutup tahun. Sebagian investor sudah menutup transaksi valasnya sehingga membuat rupiah akan bergerak aman-aman saja.
Pada perdagangan Jumat (11/12/2009), rupiah dibuka menguat tipis 9.435 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.445 per dolar AS.
Pengamat ekonomi Faisal Basri menyatakan ruang penguatan nilai tukar rupiah pada tahun depan diyakini masih terbuka.
Salah satu pemicu penguatan rupiah, ujar Faisal, penguatan nilai tukar rupiah yang belum sebanding dengan pelemahannya akibat sentimen negatif dari krisis keuangan global. Faisal menyatakan penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sekarang sebagian karena kompensasi dari pelemahan sebelumnya.
"Rupiah sempat mencapai sekitar Rp 12.000 akibat dugaan negatif perekonomian Indonesia yang akhirnya tidak terbukti," ungkap Faisal, Kamis (10/12/2009).
Melihat pelemahan yang cukup dalam ini, Faisal memprediksi rupiah akan menguat pada level Rp 9.250-9.500 terhadap dolar Amerika Serikat. Meski begitu, dia tidak melihat adanya potensi gangguan terhadap ekspor akibat penguatan ini.
"Karena penguatannya belum sebanding dengan pelemahannya," jelas Faisal.
Faisal juga mengingatkan walaupun menguat, volatilitas nilai tukar rupiah masih tetap tinggi. Faisal berharap agar penguatan nilai tukar rupiah tidak terlalu cepat.
"Sekarang kita (rupiah) menguat 13% padahal China cuma 3%," ujar Faisal.
Oleh karena itu, Faisal mengusulkan agar Bank Indonesia mempunyai instrumen yang lebih efektif untuk menjaga nilai tukar.
Sumber detik finance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar