Saham-saham di bursa Wall Street mengakhiri pacekliknya dan bergerak menguat berkat data penjualan rumah yang memunculkan lagi optimisme membaiknya perekonomian.
Melemahnya lagi dolar AS membuat saham-saham komoditas ikut menguat. Harga komoditas kemarin tercatat menguat, bahkan emas kembali menembus rekor tertingginya.
Pada perdagangan Senin (23/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat menguat 132,79 poin (1,29%) ke level 10.450,95. Indeks Standard & Poor's 500 naik 14,86 poin (1,36%) ke level 1.106,24 dan Nasdaq naik 29,97 poin (1,40%) ke level 2.176,01.
Penjualan rumah pada Oktober tercatat naik 10,1% menjadi 6,10 juta unit secara tahunan, atau lebih baik dari ekspektasi pasar sebanyak 5,7 hyta,
"Stabilisasi sektor perumahan adalah salah satu faktor yang dapat membuat konsumen AS kembali lebih cepat dari ekspektasi," ujar analis Charles Schwab & Co seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/11/2009).
Saham-saham sektor komoditas menguat seperti Newmont Mining Corp naik 2,1%. Indeks logam dan pertambangan Dow Jones tercatat naik 0,8%.
Namun perdagangan sangat tipis, menandakan investor masih sangat berhati-hati. Volume transaksi di New York Stock Exchange hanya 980 juta, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,86 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
sumber detik finance
ANM World Wide
Earth
Selasa, 24 November 2009
Kamis, 19 November 2009
Wall Street Turun dari Titik Puncak
Saham-saham di Wall Street bergerak melemah untuk konsolidasi setelah penguatan yang besar sebelumnya hingga menembus titik tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Namun Wall Street mampu memperkecil pelemahannya.
Pada perdagangan Rabu (18/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 11,11 poin (0,11%) ke level 10.426,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 0,52 poin (0,05%) ke level 1.109,80 dan Nasdaq melemah 10,64 poin (0,48%) ke level 2.193,14.
Sentimen negatif datang dari angka konstruksi rumah yang mencatat penurunan selama Oktober ke titik terendahnya dalam 6 bulan terakhir. Hal ini menjadi pertanda bahwa sektor perumahan AS kini masih dalam tekanan.
Henry Smith, chief investment officer dari Heverford Trust Co mengatakan, meski mengalami pelemahan, namun saham-saham mendapatkan angin segar dari rendahnya suku bunga, belanja stimulus pemerintah dan tanda-tanda pemulihan ekonomi.
Saham-saham teknologi bergerak melemah setelah Autodesk Inc memperingatkan soal proyeksi kinerjanya. Sementara Salesforce.com juga melaporkan melambatnya bisnis baru. Saham Autodesk turun 10,4%, Salesforce melemah 3,1%.
"Saham-saham teknologi sudah berada pada area penguatan di pasar dan hasil dari dua perusahaan itu telah mematahkan momentumnya," jelas Nock Kalivas, analis dari MF Global seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/11/2009).
Perdagangan masih tipis, dengan volume di New York Stock Exchange hanya 1,06 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 2 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
sumber detik finance
Pada perdagangan Rabu (18/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 11,11 poin (0,11%) ke level 10.426,31. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 0,52 poin (0,05%) ke level 1.109,80 dan Nasdaq melemah 10,64 poin (0,48%) ke level 2.193,14.
Sentimen negatif datang dari angka konstruksi rumah yang mencatat penurunan selama Oktober ke titik terendahnya dalam 6 bulan terakhir. Hal ini menjadi pertanda bahwa sektor perumahan AS kini masih dalam tekanan.
Henry Smith, chief investment officer dari Heverford Trust Co mengatakan, meski mengalami pelemahan, namun saham-saham mendapatkan angin segar dari rendahnya suku bunga, belanja stimulus pemerintah dan tanda-tanda pemulihan ekonomi.
Saham-saham teknologi bergerak melemah setelah Autodesk Inc memperingatkan soal proyeksi kinerjanya. Sementara Salesforce.com juga melaporkan melambatnya bisnis baru. Saham Autodesk turun 10,4%, Salesforce melemah 3,1%.
"Saham-saham teknologi sudah berada pada area penguatan di pasar dan hasil dari dua perusahaan itu telah mematahkan momentumnya," jelas Nock Kalivas, analis dari MF Global seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/11/2009).
Perdagangan masih tipis, dengan volume di New York Stock Exchange hanya 1,06 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 2 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
sumber detik finance
Langganan:
Postingan (Atom)