Jakarta - Setelah perjanjian jual beli (Sales Purchase Agreement/SPA) 14% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), para pemegang saham baru menyepakati PT Newmont Pasific Nusantara (NPN) dan Sumitomo sebagai operator pengelola NNT.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama NPN Martiono Hadianto ketika ditemui di Kantor Ditjen Minerbapabum, Jakarta, Senin (23/11/2009).
"Kami sepakat operatorship Pemda mempercayakan kepada Newmont dan Summitomo untuk kelola NTT," ujar Martiono.
Dengan kesepakatan ini, maka NPN dan Sumitomo akan menjadi operator NNT sampai saham keduianya kurang dari 40%, saat ini keduanya masih memegang 56% saham NNT.
Selain itu, dengan pembelian 14% saham NNT, maka Multi Daerah Bersaing (MDB) yang merupakan perusahaan bentukan Multicapital milik Bakrie dengan Pemda NTB memegang saham NNT sebanyak 24%.
"MDB punya 24% dan mereka punya hak untuk tunjuk direksi dan komisaris, ini konsekuensi karena masuknya pemegang saham baru," ujarnya.
sumber detik finance
ANM World Wide
Earth
Selasa, 24 November 2009
Wall Street Akhiri Paceklik
Saham-saham di bursa Wall Street mengakhiri pacekliknya dan bergerak menguat berkat data penjualan rumah yang memunculkan lagi optimisme membaiknya perekonomian.
Melemahnya lagi dolar AS membuat saham-saham komoditas ikut menguat. Harga komoditas kemarin tercatat menguat, bahkan emas kembali menembus rekor tertingginya.
Pada perdagangan Senin (23/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat menguat 132,79 poin (1,29%) ke level 10.450,95. Indeks Standard & Poor's 500 naik 14,86 poin (1,36%) ke level 1.106,24 dan Nasdaq naik 29,97 poin (1,40%) ke level 2.176,01.
Penjualan rumah pada Oktober tercatat naik 10,1% menjadi 6,10 juta unit secara tahunan, atau lebih baik dari ekspektasi pasar sebanyak 5,7 hyta,
"Stabilisasi sektor perumahan adalah salah satu faktor yang dapat membuat konsumen AS kembali lebih cepat dari ekspektasi," ujar analis Charles Schwab & Co seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/11/2009).
Saham-saham sektor komoditas menguat seperti Newmont Mining Corp naik 2,1%. Indeks logam dan pertambangan Dow Jones tercatat naik 0,8%.
Namun perdagangan sangat tipis, menandakan investor masih sangat berhati-hati. Volume transaksi di New York Stock Exchange hanya 980 juta, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,86 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
sumber detik finance
Melemahnya lagi dolar AS membuat saham-saham komoditas ikut menguat. Harga komoditas kemarin tercatat menguat, bahkan emas kembali menembus rekor tertingginya.
Pada perdagangan Senin (23/11/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat menguat 132,79 poin (1,29%) ke level 10.450,95. Indeks Standard & Poor's 500 naik 14,86 poin (1,36%) ke level 1.106,24 dan Nasdaq naik 29,97 poin (1,40%) ke level 2.176,01.
Penjualan rumah pada Oktober tercatat naik 10,1% menjadi 6,10 juta unit secara tahunan, atau lebih baik dari ekspektasi pasar sebanyak 5,7 hyta,
"Stabilisasi sektor perumahan adalah salah satu faktor yang dapat membuat konsumen AS kembali lebih cepat dari ekspektasi," ujar analis Charles Schwab & Co seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/11/2009).
Saham-saham sektor komoditas menguat seperti Newmont Mining Corp naik 2,1%. Indeks logam dan pertambangan Dow Jones tercatat naik 0,8%.
Namun perdagangan sangat tipis, menandakan investor masih sangat berhati-hati. Volume transaksi di New York Stock Exchange hanya 980 juta, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,86 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
sumber detik finance
Langganan:
Postingan (Atom)