ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Senin, 28 Desember 2009

Garuda Serahkan 10,6% Saham ke Bank Mandiri 29 Desember

Jakarta - PT Garuda Indonesia akan menyerahkan 10,6% sahamnya ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada Selasa, 29 Desember 2009. Saham tersebut merupakan hasil konversi utang senilai Rp 1,19 triliun.

"Betul, kami mengharap paling lambat Selasa depan (29 Desember 2009) kami tanda tangani perjanjian konversi dan langsung konversi," ujar Managing Director Special Asset Management Bank Mandiri Abdul Rachman saat dihubungi detikFinance , Minggu (27/12/2009).

Saham yang akan diserahkan Garuda ke Bank Mandiri sebesar 10,6% Angka 10,6% saham Garuda tersebut setara dengan utang perseroan senilai Rp 1,19 triliun kepada Mandiri.

Abdul Rachman mengatakan kalau Bank Mandiri telah siap sejak pekan lalu dan kini tengah menunggu kesiapan Garuda. "Bank Mandiri telah siap sejak pekan lalu. Mudah-mudahan Garuda dapat menyelesaikan dokumentasi di internalnya Senin depan," ujarnya.

Garuda pun mengaku akan menyelesaikan segala proses administrasi yang diperlukan sebelum Selasa depan, sehingga penyerahan saham sudah dapat dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Sudah siap. Insya Alah sebelum akhir tahun. Pokoknya sebelum akhir tahun," ujar Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar.

Pada Selasa (22/12/2009), Garuda bersama Bank Mandiri dan Menneg BUMN Mustafa Abubakar telah menggelar pertemuan guna membahas kesepakatan proses konversi saham. Pertemuan tersebut menyepakati MoU akan dilaksanakan pada Selasa (29/12/2009).

by detik finance

Inflasi 2009 Diperkirakan Hanya 3%

Jakarta - Pergantian tahun, hanya tersisa beberapa hari. Angka inflasi sepanjang tahun 2009 diproyeksikan berada di bawah level 3 %. Sedangkan inflasi bulan Desember, diperkirakan hanya sekitar 0.5%.

Hal ini disampaikan pengamat ekonomi dari Standart Chartered Bank Fauzi Ichsan melalui pesan singkatnya kepada detikfinance Minggu (27/12/2009).

Menurut Ichsan, pada bulan terakhir tahun 2009 ini, inflasi mencapai level 0,5%. Hal ini disebabkan oleh masih adanya dampak resesi global, yang menjadikan inflasi global menurun tajam. faktor pendorong utama adalah harga barang komoditas dan sektor manufaktur.

"Secara tahunan inflasi bisa turun ke level 3%," ungkapnya.

Selain resesi global, inflasi juga terpengaruh oleh menguatnya mata uang rupiah sejak 2008. Lanjutnya, ini ditambah daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya.

"Ketiga faktor ini, yang menyebabkan inflasi bulan Desember 0,5%, dan tahunan mencapai 3%," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi sepanjang tahun 2009 akan berada di angka 3,48 %. Menurut Kepala BPS Rusman Heriawan , 3,48% merupakan angka paling pesimis, debgab catatan inflasi di bulan Desember mencapai 1 persen.

"Kalau inflasi Desember 2009 hanya 0,5 % saja, inflasi sepanjang tahun 2009 hanya mendekati 3 %, belum sampai ke atas 3 %," paparnya.

sumber detik finance

Pengikut