Jakarta - PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk (MCOR) siap menawarkan saham baru (rights issue ) sebesar Rp 300 miliar pada kuartal IV-2010. Langkah ini dimaksudkan atas rencana ekspansi kredit perseroan dan penambahan kantor cabang di tahun yang sama.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk Herman Sujono seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
"Kami rencananya akan rights issue , kalau kuartal I tidak. Paling kuartal IV atau akhir tahun 2010. Nilainya Rp 300 miliar ," katanya.
Rencana rights issue baru akan dilakukan, jika persyaratan internal sudah terpenuhi. Yaitu, saat total aset perseroan telah meningkat dari Rp 2,8 triliun, posisi akhir tahun 2009, menjadi Rp 5 triliun.
"Kalau aset jadi Rp 5 triliun, baru bisa keluar," ujarnya.
Selain aset yang meningkat hampir dua kali lipat, penerbitan saham baru akan dilakukan perseroan saat Capital Adequacy Ratio (CAR) sudah menurun hingga 12%. Saat ini posisi CAR perseroan mencapai 15,6%.
"Dengan posisi CAR yang menurun hingga 12%, berarti ekspansi kredit perseroan berhasil. Untuk itu pasti butuh penambahan modal. Karena kami perusahaan terbuka, jadi perolehan pendanaan yang dimungkinkan adalah dengan rights issue ," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, perseroan juga mengumumkan telah merubah komposisi direksi dan komisaris dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dari hasil persetujuan rapat RUPSLB, didapatkan komposisi baru, yaitu :
Direktur Utama : Herman Sujojo
Direktur : Hendri Kurniawan
Direktur : Donny Pradono Suleiman
Direktur : Bang Nathan Chistian
Direktur : Tohir Sutanto
Direktur : Setiawan Samahita
Komisaris Utama : Sjerra Salim
Komisaris : Syamsuar Halim
Komisaris Independen : Maman Rachman
Komisaris Independen : Muhammad Rusjdi
Selain perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, pemegang saham juga menyetujui perubahan pasal 13 ayat 2 dalam anggaran dasar perseroan mengenai komposisi direksi, dari satu orang Direktur Utama dan dua orang Direktur, menjadi satu Direktur Utama, satu orang atau lebih wakil Direktur Utama, dan satu orang atau lebih Direktur.
sumber detik finance
ANM World Wide
Earth
Kamis, 14 Januari 2010
Rabu, 13 Januari 2010
Alcoa Bikin Merah Wall Street
Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif. Hasil laporan keuangan Alcoa Inc yang mengecewakan membuat investor kembali merasa gamang.
Investor juga merasa cemas dengan potensi retribusi bank yang akan dilakukan pemerintah AS. Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan tengah mempertimbangkan retribusi atau pajak pada sektor jasa perbankan guna menutup kerugian prgram Troubled Asset Relief Program, sebagai bagian dari rencana APBN 2011.
Potensi dari fee yang dipungut kemungkinan mencapai US$ 120 miliar untuk menutup kerugian para pembayar pajak setelah dananya digunakan mem-bailout perbankan AS.
Para investor khawatir langkah tersebut akan menggerus laba perbankan di saat sektor tersebut sedang berjuang keluar dari krisis finansial.
"Pembicaraan seputar retribusi bank menciptakan lagi ketidakpastian di pasar dan itu menjadi alasan sektor finansial berbalik arah. Semakin cepat mereka membuat klarifikasi rumor itu, maka akan semakin baik," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2010).
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 36,73 poin (0,34%) ke level 10.627,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,76 poin (0,94%) ke levle 1.136,22 dan Nasdaq melemah 30,10 poin (1,30%) ke level 2.282,31.
Saham Alcoa tercatat merosot hingga 11,1%, yang merupakan penurunan harian terbesar setelah Maret. Hal itu terjadi setelah produsen Aluminirum itu mengumumkan rugi US$ 277 juta. Indeks material S&P turun 2%.
Saham-saham sektor finansial rontok, saham Citigroup turun 3,03%, Wells Fargo turun 2,5%, JPMorgan Cahase turun 2,34% dan Bank of America turun 3,43%.
Volume perdagangan belum terlalu tebal, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,10 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,40 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,63 miliar.
sumber detik finance
Investor juga merasa cemas dengan potensi retribusi bank yang akan dilakukan pemerintah AS. Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan tengah mempertimbangkan retribusi atau pajak pada sektor jasa perbankan guna menutup kerugian prgram Troubled Asset Relief Program, sebagai bagian dari rencana APBN 2011.
Potensi dari fee yang dipungut kemungkinan mencapai US$ 120 miliar untuk menutup kerugian para pembayar pajak setelah dananya digunakan mem-bailout perbankan AS.
Para investor khawatir langkah tersebut akan menggerus laba perbankan di saat sektor tersebut sedang berjuang keluar dari krisis finansial.
"Pembicaraan seputar retribusi bank menciptakan lagi ketidakpastian di pasar dan itu menjadi alasan sektor finansial berbalik arah. Semakin cepat mereka membuat klarifikasi rumor itu, maka akan semakin baik," ujar Quincy Krosby, analis dari Prudential Financial seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1/2010).
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 36,73 poin (0,34%) ke level 10.627,26. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 10,76 poin (0,94%) ke levle 1.136,22 dan Nasdaq melemah 30,10 poin (1,30%) ke level 2.282,31.
Saham Alcoa tercatat merosot hingga 11,1%, yang merupakan penurunan harian terbesar setelah Maret. Hal itu terjadi setelah produsen Aluminirum itu mengumumkan rugi US$ 277 juta. Indeks material S&P turun 2%.
Saham-saham sektor finansial rontok, saham Citigroup turun 3,03%, Wells Fargo turun 2,5%, JPMorgan Cahase turun 2,34% dan Bank of America turun 3,43%.
Volume perdagangan belum terlalu tebal, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,10 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,40 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,63 miliar.
sumber detik finance
Langganan:
Postingan (Atom)