ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Sabtu, 06 Februari 2010

Bapepam Cabut Izin Usaha Manajer Investasi pada 2 Perusahaan Efek

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) mencabut izin usaha manajer investasi pada 2 perusahaan efek yaitu PT Danpac Asset Management d/h. PT Danpac Investama dan PT Brahma Capital.

Demikian disampaikan oleh Bapepam LK dalam pengumumannya yang dikutip detikFinance, Sabtu (6/2/2010).

Pencabutan izin usaha perusahaan efek sebagai manajer investasi atas nama PT Danpac Asset Management d/h. PT Danpac Investama ditetapkan melalui Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep-01/BL/MI/S.5/2010 tanggal 2 Februari 2010.

Izin usaha manajer investasi PT Danpac Asset Management dicabut karena tidak dapat memenuhi ketentuan dalam Peraturan dan Perundang-undangan Pasar Modal yang berlaku.

Kemudian pencabutan izin usaha perusahaan efek sebagai manajer investasi atas nama PT Brahma Capital ditetapkan melalui Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep-02/BL/MI/S.5/2010 tanggal 2 Februari 2010.

Izin usaha manajer investasi PT Brahma Capital dicabut karena tidak dapat memenuhi ketentuan dalam Peraturan dan Perundang-undangan Pasar Modal yang berlaku.

Dengan dicabutnya izin usaha Perusahaan Efek sebagai manajer investasi tersebut, PT Danpac Asset Management d/h. PT Danpac Investama serta PT Brahma Capital dilarang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi serta diwajibkan untuk menyelesaikan segala kewajiban dengan pihak lain yang berkepentingan.

by detik finance

Mata Uang Euro Terancam Tidak Stabil

Den Haag - Mata uang Euro kini terancam menjadi tidak stabil. Menjadi tantangan besar bagi Uni Eropa untuk menstabilkan kembali Euro di tengah beban utang menggunung beberapa negara anggotanya.

Hal itu disampaikan Komisaris Eropa asal Jerman, Günther Oettinger, dalam wawancara yang dimuat koran regional Reutlinger General-Anzeiger, Sabtu (6/2/2010).

"Euro terancam bahaya menjadi tidak stabil. Lihat Yunani, Irlandia, dan kemungkinan dalam waktu dekat juga Spanyol, Portugal, Lituania, dan Italia," ujar Oettinger.

Nilai Euro terhadap US Dollar dalam beberapa pekan ini berada dalam tekanan akibat masalah-masalah finansial yang menumpuk di negara-negara tersebut. Bahkan Jumat kemarin nilai Euro merosot pada posisi 1 : 1,3682 terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), nilai terendah dalam rentang waktu 8 bulan.

Bursa saham di seluruh dunia juga terkoreksi hingga posisi terendah dalam 3 bulan mutakhir, akibat dibayangi kecemasan atas perkembangan Euro.

Krisis Yunani

Sementara itu Komisi Eropa telah menyetujui rencana anggaran Yunani untuk mengatasi defisit anggaran negara tersebut yang mencapai 13%. Konsekuensinya UE akan mengawasi Yunani secara ketat, demikian dipantau detikfinance siang ini.

Negara-negara anggota UE hanya boleh mengalami defisit anggaran maksimal 3% untuk menjaga stabilitas kurs mata uang Euro. Akibat krisis ekonomi global, hampir semua negara UE melampaui norma ini, namun Yunani terparah. Buntutnya, Yunani mengalami kesulitan mencari tambahan utang. Dikhawatirkan situasi ini akan menyeret negara-negara UE yang lemah.

Yunani kini melakukan sanering dengan membekukan gaji pegawai, menaikkan beberapa jenis pajak, menunda usia pensiun dan memangkas anggaran militernya.

by detik finance

Pengikut