Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) tetap melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Bahkan BNI akan tetap mempertahankan porsi KPR dan kredit kednaraannya pada tahun depan.
Pada tahun 2008 ini total portofolio kredit BNI mencapai Rp 110 triliun, dimana 14% diataranya untuk KPR dan kredit kendaraan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Bank BNI Achmad Baiquni saat di temui di Hotel Dharmawangsa Rabu (19/11/2008).
"Kalau sekarang consumer itu hampir 13% sampai 14% termasuk KPR dan car loan, tahun depan kita akan tetap menjaga dengan komposisi seperti ini," katanya.
Ia menegaskan bahwa BNI akan tetap selektif terhadap penyaluran kredit konsumer dan akan tetap menyaluran kredit KPR, meski harus melihat prospek setiap proyek atau debitor.
"Kalau proyeknya bagus kenapa nggak, bank itu nggak pernah berhenti. Jadi selektif saja, kesannya selama ini digenarilisir bahwa bank menghentikan, karena yang kita lihat proyeknya, kalau proyeknya bagus ya kita tetap saja," ujarnya.
Menurutnya sekarang ini kredit-kredit sektor properti termasuk KPR sangat tergantung dengan lokasi pengembangan suatu kawasan, apabila lokasinya belum padat akan menjadi pertimbangan utama perbankan.
"Ada daerah yang jenuh, ada yang belum jenuh kita masuk juga. Intinya kondisi seperti ini kita mempertajam dengan lebih berhati-hati," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar