ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Kamis, 20 November 2008

Pasar Bergejolak, Yen dan Dollar AS Menguat

NEW YORK, RABU - Dollar AS mengembalikan penurunannya pada awal perdagangan dan menguat pada Rabu (19/11) waktu setempat, mengabaikan rekor penurunan harga konsumen AS, karena para pedagang uang berkumpul untuk keamanan diri di tengah gejolak baru di pasar finansial.

Para analis mengatakan penurunan curam di pasar saham global dan kekhawatiran tentang penurunan berkelanjutan ekonomi global mendorong sebuah "rush" terhadap mata uang dolar dan yen meski data ekonomi AS melemah.

Euro menyusut menjadi 1,2508 dollar pada 2100 GMT, setelah melompat ke posisi tertinggi 1,2748 dollar, dan dibandingkan dengan 1,2621 dollar di New York akhir Selasa.

Sementara terhadap mata uang Jepang, dollar turun menjadi 95,77 yen dari 96,89 yen pada Selasa. "Jika risk aversion (pengalihan risiko) masih menjadi tema dasar pasar, kami dapat perkirakan yen akan menjadi menonjol karena lebih diuntungkan dalam pasar valas -- yang memberikan situasi lebih problematis untuk Jepang," kata Neil Mellor dari Bank of New York Mellon.

Andrew Busch dari BMO Capital Markets mencatat bahwa dolar tidak jauh di belakang keuntungan dari aliran safe haven (tempat berlindung yang aman) di tengah kekhawatiran lingkungan global yang mengalami kehancuran deflasi. "Pasar uang masih bimbang dengan keuntungan dollar dari lingkungan psikologis negatif yang ekstrim," kata dia.

Kekhawatiran menyoroti tentang sebuah pelemahan ekonomi dan deflasi, indeks harga konsumen (IHK) AS jatuh 1,0 persen pada Oktober, penurunan paling curam sejak data pertama kali dipublikasikan pada Februari 1947.

Pelambatan inflasi memberikan lebih banyak ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga AS untuk mencoba menghentikan resesi yang kian dalam. "Biasanya suku bunga rendah akan membuat mata uang kurang menarik, namun gejolak finansial telah menggantikan prospeknya," kata para analis.

Sekalipun suku bunga federal fund pada rekor terendah 1,0 persen, beberapa anggota Fed melihat perlunya penurunan suku bunga lagi untuk membantu membangkitkan ekonomi. Dalam setiap kejadian, komite menyepakati untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Sementara pasar mengamati dengan seksama perkembangan sektor otomotif karena para pemimpin tiga besar otomotif AS -- General Motors, Ford dan Chrysler -- memohon kepada Kongres untuk pinjaman darurat guna mencegah industri mereka bangkrut.

Menteri Keuangan AS Henry Paulson pada Selasa mengindikasikan keengganannya mengalokasikan dana bailout sektor finansial untuk sektor manufaktur. "Industri otomotif AS yang kesulitan merupakan sebuah ekonomi besar dan berpotensi risiko sistemik, karena itu tidak adanya rencana penyelamatan adalah berita buruk untuk aset-aset berisiko dalam jangka pendek," kata para analis Barclays Capital dalam catatan risetnya pada Rabu.

Di tempat lain, pound Inggris mantap di tengah berita bahwa para pembuat kebijakan Bank Sentral Inggris (BoE) memberikan suarai 9-0 untuk penurunan suku bunga Inggris sepertiga menjadi 3,00 persen awal bulan ini, menurut risalah pertemuan mereka.

BoE pada 6 November memangkas suku bunga utama pinjaman dari 4,5 persen ke level terendah dalam lebih setengah abad, sebuah sinyal menurut para ekonom, sebuah resesi dalam di hadapan Inggris.

Dalam perdagangan terakhir di New York, dollar berada pada 1,2119 franc Swiss naik dari 1,2026 franc pada Selasa. Pound pada 1,4960 dolar turun dari 1,4963 dollar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut