Menurut Detik Finance
Jakarta - Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu penyebab belum turunnya harga solar. Pelemahan rupiah membuat solar makin jauh dari harga keekonomiannya.
"Solar itu masih jauh di atas harga keekonomian pada kondisi sekarang. Tapi jangan lupa kurs pada kondisi sekarang kan Rp 11.000/US$. Jadi pada harga US$ 62 per barel, itu sudah capai harga keekonomian. Jadi di bawah itu kita sudah bisa turunkan harga BBM khususnya premium, kalau solar itu sekitar US$ 57-58 per barel baru bisa kita turunkan, karena berbeda struktur biayanya. MOPS-nya beda," papar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin malam (17/11/2008).
Dikatakannya meskipun harga minyak dunia turun, namun kurs yang melemah membuat pemerintah belum menurunkan harga solar.
"Jadi harga minyak turun tapi kurs naik. Harga domestik, harga keekonomian sudah di bawah harga yang berlaku sehingga kita turunkan, itu untuk premium. Kalau solar MOPS masih di atas, jadi tunggu sama dulu baru harga diturunkan,sehingga kita tidak rugi," jelasnya.
Berbeda dengan harga premium yang akan turun Rp 500 menjadi Rp 5.500 per 1 Desember 2008, pemerintah belum akan menurunkan harga solar
Sumber : http://www.detikfinance.com/read/2008/11/18/090356/1038692/4/pelemahan-rupiah-hambat-penurunan-harga-solar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar