Jakarta - Pasar saham dalam negeri diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan karena minimnya insentif segar dari dalam negeri. Secara bersamaan bursa global juga cenderung melemah yang bisa memberikan sentimen negatif.
Pelaku pasar belum begitu berani melakukan pembelian besar-besaran. Investor masih akan fokus pada saham perbankan yang terancam mengalami penurunan laba di 2008.
Selain itu, pada perdagangan saham Rabu (11/2/2009) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga akan sangat tergantung dari pergerakan saham Bumi Resources.
Emiten batubara ini tidak pernah sepi dari berita, kini pasar sedang mengkalkulasi dampak dari pernyataan Bapepam LK yang mengatakan transaksi akuisisi 3 perusahaan oleh BUMI merupakan transaksi material.
Sementara itu bursa utama Asia, Nikkei Jepang hari ini tutup karena libur nasional. Sedangkan Wall Street mengalami penurunan parah setelah Menteri Keuangan AS Timothy Geithner gagal memberikan harapan terkait upaya stabilisasi keuangan.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (10/2/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 381,99 poin (4,62%) ke level 7.888,88 atau mendekati level terendahnya dalam 3 bulan terakhir.
Indeks Nasdaq juga merosot hingga 66,83 poin (4,20%) ke level 1.524,73 dan indeks Standard & Poor's 500 juga turun hingga 42,73 poin (4,91%) ke level 827,16.
Geithner mengumumkan rencana yang luar biasa yakni terkait rencana penyelamatan sektor perbankan dengan menempatkan US$ 2 triliun untuk membersihkan aset-aset bermasalah dan memperbaiki kualitas kredit.
Termasuk dalam rencana tersebut adalah US$ 500 miliar hingga US$ 1 triliun untuk mengambil set-aset bermasalah dari sistem finansial. Juga upaya untuk meningkatkan kredit konsumer, membatasi penyitaan rumah dan menyediakan modal baru untuk perbankan.
Namun investor khawatir rencana nan muluk itu justru tidak berhasil. Para pelaku pasar justru merasa frustasi. Mereka menilai Geithner tidak memberikan rincian dari rencana yang sudah dinanti-nanti tersebut.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (10/2/2009) IHSG turun 10,097 poin (0,75%) menjadi 1.332,129.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
eTrading Securities
BUMI kemarin menjadi berita utama seiring keberhasilannya menggerakkan bursa Indonesia pada sesi II dan membukukan hampir 37% total transaksi kemarin. Keputusan Bappepam bahwa transaksi akuisisi BUMI adalah material membuat saham ini naik 7% kemarin. Indeks kembali ditutup melemah tipis, -0,7% ke level 1332,1 dengan Trading Value kembali mencapai Rp1,4 triliun. Profit taking dan mixednya sentiment di bursa Global membawa indeks bergerak sideways kemarin.
Sementara bursa US kembali mengalami hari yang buruk semalam dengan DOW terkoreksi tajam -4,6% ke level 7888,8 (terendah sejak 20 November). Hal ini disebabkan investor melakukan ‘Buy on Rumor & Sell on News’ setelah menteri keuangan US mengumumkan detail proposal Bail-out II sector financial semalam. Selain Sell on News, pasar juga merespon negative pada rencana bail-out tersebut yang dirasa tidak tepat sasaran. S&P500 -4,9%, Nasdaq -4,2%.
Bursa Asia pagi ini turut dibuka terkoreksi seiring sentiment negative dari sector financial US. KOSPI -1,9%, STI -0,8% dan AORD -1%. Harga minyak masih terus terkoreksi dan berada di level US$38/barrel, sementara CPO di Malaysia kembali menguat dan menembus level 2000 seiring penurunan output Soybean di Amerika Latin dan kekeringan di China.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak mixed to lower seiring negatifnya sentiment dari bursa global. Namun hari ini, investor diperkirakan akan focus pada pergerakan saham BUMI yang mendapat katalis positif dari keputusan Bappepam kemarin. Indeks diperkirakan bergerak pada kisaran 1310 – 1350.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar