ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Jumat, 13 November 2009

Market Flash eTrading

Jakarta - Dow Jones: Saham US turun dari level 13 bulan tertingginya seiring dengan turunnya saham-saham energi setelah pertumbuhan pada persediaan minyak melebihi prediksi dan menghapus kenaikan yang sebelumnya terjadi akibat takeover yang dilakukan Hewlett-Packard Co. terhadap 3M Corp. Southwestern Energy Corp. dan Range Resources Corp. mengalami penurunan lebuh dari 4% dan memimpin penurunan pada 39 saham dari 40 saham energi pada S&P.

Dolar menguat terhadap 15 mata uang dan turut membantu penurunan pada komoditas. 3Com rally 31% setelah Hewlett Packard menawarkan untuk membeli perusahaan tersebut dengan nilai $2.7 milyar. Indeks S&P 500 (-1%) 1,087.24 setelah sebelumnya sempat menyentuh 1,101.97 sebelum departemen energi mengeluarkan laporannya. Dow Jones (-0.9%) 10,197.47.

Regional Pagi: Bursa Asia melemah di hari kedua, MSCI Asia Pacific Index melemah, seiring saham komoditas melemah dengan rendahnya harga minyak dan logam. Saham Jepang bergerak mixed, dibuka melemah, dengan Nikkei 225 (-0.3%) 9,780.41, dan Topix juga melemah 0.3% 865.45. Fuji Heavy Industries Ltd. (-1.1%) dengan aksi profit taking setelah penguatan di sesi sebelumnya. Produsen otomotif lainnya berada dalam area positif, Toyota Motor Corp. (+0.9%) dan Nissan Motor Co. (+0.3%).

BHP Billiton Ltd. (-1.6%) di Sydney. BlueScope Steel Ltd. (-1.4%), melanjutkan pelemahan dari kemarin setelah memprediksikan kerugian 1H. Central Glass Co. dan Nippon Sheet Glass Co. melemah lebih dari 5% setelah mencetak kerugian. NIKKEI 225 (-0.57%) 9,749.02. KOSPI INDEX (-0.17%) 1,570.06. S&P/ASX 200 INDEX (-1.15%) 4,693.20. STI (-0.64%) 2,708.90.

Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $77 per barel akibat adanya sinyal berkurangnya permintaan bahan bakar. Pada perdagangan kemarin minyak sempat turun 3% setelah departemen energi US mengeluarkan laporan yang menunjukkan persediaan mengalami peningkatan sebanyak 1.76 juta barel dan tingkat operasi kilang minyak US turun ke level terendahnya dalam setahun.

Crude oil untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada level $76.91/barel. Crude Oil (+0.04%) $77/bbl, Gold (+0.15%) $1.105/oz, CPO (-0.9%) 2.161RM/MT, Nickel (-3.9%) $16.190/MT, TIn (-0.1%) $14.700/MT.


Economic & Industrial News

Mining: Divestasi Newmont Diperpanjang, Senin Depan Akhir Pembayaran Multicapital

Divestasi 14% saham Newmont diperpanjang hingga 23 Nov09 karena Pemda NTB-ANTM belum juga menemukan titik temu soal pembagian porsi saham tersebut. Kemenneg BUMN tetap mempertahankan ANTM sebagai wakil dari pemerintah dalam divestasi itu. Sementara itu, PT Multicapital diberi waktu hingga senin (16/11) pkl 17.00 WIB untuk membayar tunai pembelian akuisisi 10% saham Newmont senilai US$391 juta. Jika tak terealisasi, Pemda berhak menjual saham tersebut kepada pihak lainnya. Hingga saat ini, Grup Bakrie belum jelas kapan akan membayarnya.

Economic: Dana Asing di SBI Capai Rp 46 Triliun

Jumlah dana asing di SBI mencapai Rp 46 triliun, naik dari Oktober yang sebesar Rp 43 triliun. Aliran dana asing ke Indonesia kian marak terjadi khususnya pada sektor keuangan, selain pada SBI, dana asing pada instrumen SUN juga tercatat tembus Rp 100 triliun.

Economic: Utang Pemerintah RI Capai Rp 1.604 Triliun

Hingga September 2009, utang pemerintah pusat Indonesia tercatat sebesar US$ 165,76 miliar atau setara dengan Rp 1.604,69 triliun. Angka tersebut menurun dibandingkan jumlah utang per akhir 2008 yang mencapai Rp 1.636,74 triliun. Utang itu terdiri dari pinjaman US$ 65,42 miliar dan surat berharga US$ 100,33 miliar.
Corporate news

INCO : 50% Lahan Akan Dirasionalisasi

Sekitar 50 persen dari total luas lahan kontrak karya PT International Nickel Indonesia (Inco) akan dirasionalisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pembicaraan awal dengan Inco untuk merasionalisasi 50 persen dari 118 ribu hektar lahan kontrak karya mereka telah dilakukan dan gagasan rasionalisasi itu muncul sebab dalam waktu 30 tahun, perusahaan nikel asal Kanada itu hanya mampu mengelola lahan sekitar 9.000 hektar. Sisanya menjadi lahan tidur dan tidak bisa dikelola.

Mining : ANTM dan TINS Setuju Bergabung dengan PTBA

PT Aneka Tambang dan PT Timah telah menyetujui untuk bergabung dengan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam untuk membeli proyek batubara BHP Billiton di Maruwai seluas 355.000 ha..

MEDC: Bersaing dengan Rajawali Miliki BHP

Rajawali Corp dan MEDC bersaing ketat menjadi calon mitra strategis PT BHP Billiton yang akan melepas 25% saham di tambang batubara Maruwai, Kalimantan Tengah. Dua perusahaan nasional itu akan mendapat lawan tangguh dari PTBA dan PT Rio Tinto Indonesia. BHP Saat ini menyeleksi hasil tender terbuka tersebut.

SMGR: Per Oktober Penjualan Naik 2,1%

Per Oktober 2009, SMGR mencatat kenaikan penjualan sebesar 2,1% yakni 14,04 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ditengah menurunnya konsumsi semen nasional dari 31,70 juta ton menjadi 31,05 juta ton.

KLBF: Seleksi 5 Produsen obat Lokal

KLBF tengah menyeleksi lima produsen lokal seiring rencana akuisisi produsen obat, makanan, dan minuman kesehatan pada 2010. Perseroan siapakan dana internal Rp500 miliar dan mengkaji emisi obligasi Rp300 miliar-1 triliun untuk pendanaanya. Selanjutnya, perseroan mematok capex FY10 Rp300-500 miliar.

AKRA: Akuisisi Perusahaan Tambang di Kalimantan

AKRA akuisisi 175 saham PT Pacifica Bangun Lestari di PT Anugrah Karya Raya, atau 87,5% saham perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara tersebut. Akta jual beli saham tersebut telah ditandatangani pada 10 November 2009.

Earnings Watch

MASA: Laba Bersih 9M09 Naik 80,16% yoy

MASA mencatat laba bersih 9M09 naik 89,16% yoy dari Rp68,86 miliar jadi Rp124,07 miliar. Kenaikan dipicu oleh naiknya penjualan 19,18% yoy dari Rp1,05 triliun jadi Rp1,19 triliun serta lonjakan penghasilan bunga 211,33% jadi Rp667,42 miliar. Selanjutnya, total aktiva naik 8,96% dari Rp2,34 triliun jadi Rp2,55 triliun dipicu tambahan fasilitas pinjaman modal kerja dari BNGA dan PT Bank Ekspor Indonesia.

Rumor

Harga saham BBNI menuju Rp2.250-2.500/saham seiring kabar penerbitan obligasi dan pembagian dividen dalam waktu dekat. Selain itu masuknya perseroan ke indeks MSCI jadi sentimen positif.

Harga saham BISI berpotensi ke Rp2.000/saham. Kabarnya, perseroan akan stock split berasio 1:2 atau 1:5 dan segera meminta restu RUPSLB pada bulan ini.

Corporate Actions

Hari ini (13/11), listing atau start trading periode rights issue Pacific Utama Tbk (LPPF) Rp160/saham, atio 10 (new):1 (old) . End trading period (25/11)

Technical Picks

IHSG (2420.281) - SELL
ISAT (5300) - SELL
SGRO (2375) - SELL
UNTR (15,700) - SELL
ASII (32.750) – BUY
Gold (1101.91) - SELL
LME Spot Nickel : (16.130) – Speculative BUY
Natural Gas (4,397) – Speculative Buy.

sumber detik finance

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut