Jakarta - Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan hingga akhir tahun 2009, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 15,9 persen jika dibandingkan dengan posisi di akhir tahun 2008.
Pemerintah mengharapkan dengan menguatnya nilai tukar tersebut, maka konsumsi dan perdagangan tahun 2010 bisa lebih baik lagi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat 5,5-5,6 persen.
"Dengan membaiknya ekspor impor serta nilai tukar, kita proyeksikan pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi dan perdagangan untuk tahun 2010. Sangat meyakinkan (ekonomi) kita akan tumbuh 5,5-5,6 persen," jelasnya di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (4/1/2010).
Ia mengatakan, hingga akhir tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai cukup mengembirakan dengan berada di tingkat 4,3-,4,4 persen. Selain itu, indikator positif yang menunjukkan perbaikan ekonomi adalah tingkat inflasi yang berada di bawah 3 persen.
"Dalam situasi resesi, di saat negara lain tumbuh negatif, ini menggembirakan karena (ekonomi) Indonesia bisa tumbuh 4,3-,4,4 persen dan inflasi di bawah 3 persen,"
Menurutnya, pasar keuangan saat ini sudah bergerak positif, capital outflow mulai masuk ke dalam negeri. Dengan berbagai indikator yang positif dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu pemerintah menargetkan bisa menekan jumlah penduduk miskin hingga hanya 13 persen tahun ini.
"Kita juga akan menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menyerap tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran bisa menurun," ungkapnya.
sumber detik finance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar