Saham-saham di Wall Street bergerak mixed setelah sebelumnya mencetak rekor penguatan terbesar. Investor menunggu data tambahan lagi untuk melihat seberapa besar proses pemulihan ekonomi.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq masih menguat berkat order pabrikan yang lebih baik dari ekspektasi dan melonjaknya penjualan kendaraan di Ford Motor Co.
Namun penurunan besar pada angka penjualan rumah, yang sudah turun selama November membuat investor masih mengkhawatirkan kesehatan sektor perumahan.
Pada perdagangan Selasa (5/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 11,94 poin (0,11%) ke level 10.572,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 3,53 poin (0,31%) ke level 1.136,52 dan Nasdaq naik tipis 0,29 poin (0,01%) ke level 2.308,71.
Dengan demikian, indeks S&P 500 masih menguat di titik tertingginya dalam 15 bulan, sementara Nasdaq tertinggi dalam 16 bulan.
"Tidak ada hal disini yang menyarankan investor untuk meninggalkan semua sentimen yang diekspresikan kemarin, yang salah satunya meningkatkan optimisme membaiknya pemulihan ekonomi," ujar Craig Peckham, analis dari Jefferies & Company seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/1/2010).
Saham Ford Motor tercatat menguat hingga 6,6%, menembus titik tertingginya dalam 4,5 tahun terakhir setelah data menyebutkan penjualan produsen otomotif itu melonjak 33% hingga Desember 2009.
Namun volume perdagangan belum terlalu besar dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 1,19 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,39 miliar.
Sumber detik finance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar