Jakarta - Instrumen reksa dana semakin menarik dengan tingkat imbal hasil yang terus meningkat sepanjang 1 tahun terakhir ini. Didukung oleh kondisi sektor keuangan dalam negeri yang terus positif.
Laporan tinjauan kebijakan moneter Bank Indonesia yang dikutip detikFinance, Sabtu (6/2/2010) mengatakan perkembangan positif di pasar saham dan surat utang negara (SUN), serta penurunan suku bunga simpanan mendorong berkembangnya kinerja reksa dana.
"Membaiknya kinerja underlying asset reksa dana terus mendorong peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pada akhir tahun 2009," ujar laporan tersebut.
NAB reksa dana pada Desember 2009 mencapai Rp112,9 triliun atau meningkat pesat dibandingkan dengan awal tahun yang hanya sebesar Rp 74,3 triliun atau tumbuh sebesar 47,7%.
Kemudian sejalan dengan meningkatnya NAB reksa dana, rata-rata imbal hasil harian per produk reksa dana dalam 1 tahun terakhir juga meningkat. Imbal hasil untuk reksa dana saham mencapai 99,2% dengan jumlah produk sebanyak 63, imbal hasil reksa dana pendapatan tetap sebesar 15,15% dengan jumlah produk 114, imbal hasil reksa dana campuran mencapai 49,6% dengan jumlah produk 104, serta imbal hasil reksa dana pasar uang mencapai 3,8% dengan jumlah produk 27.
Sementara itu, jenis reksa dana yang paling berkontribusi pada peningkatan NAB reksa dana adalah reksa dana saham, yang meningkat sebesar Rp16,6 triliun atau tumbuh 83,9%. Meningkatnya reksa dana saham sejalan dengan meningkatnya harga saham sebagai underlying asset reksa dana saham dengan pertumbuhan IHSG sebesar 86,1% selama tahun 2009.
by detik finance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar