ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Sabtu, 06 Februari 2010

Rupiah Menguat 1,9% Selama Januari 2010

Jakarta - Mengawali tahun 2010, nilai tukar rupiah bergerak menguat. Selama Januari 2010, rata-rata nilai tukar rupiah menguat 1,9% ke level Rp9.275 per dolar AS dan ditutup pada level Rp9.350 per dolar AS atau menguat 0,80% dari periode bulan lalu.

Demikian disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) dalam laporan tinjauan kebijakan moneter bulan Februari 2010 yang dikutip detikFinance, Sabtu (6/2/2010).

"Nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp9.153 per dolar AS, level terkuat sejak Oktober 2008, meskipun kemudian bergerak melemah dikarenakan sentimen negatif akibat masih tingginya ketidakpastian di sektor eksternal. Pergerakan nilai tukar rupiah selama Januari 2010 berdampak pada meningkatnya volatilitas dari 0,20% (posisi Desember 2009) menjadi 0,96%," tutur laporan tersebut.

BI mengatakan, selama Januari 2010, nilai tukar rupiah bergerak menguat, walaupun sempat mengalami sedikit tekanan pada akhir bulan. Prospek perekonomian domestik yang cukup solid serta spread imbal hasil investasi rupiah yang masih tinggi di antara negara kawasan Asia mampu menopang stabilitas pergerakan rupiah.

Meskipun begitu, BI mengatakan ada tekanan yang sempat terjadi pada akhir bulan antara lain dipengaruhi oleh sentimen negatif yang terjadi di pasar keuangan global.

Sentimen negatif tersebut muncul setelah dirilisnya kerugian JP Morgan dan kebijakan sektor keuangan AS, besarnya defisit fiskal beberapa negara di kawasan Eropa, dan keputusan otoritas moneter India dan China menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) .

Menurut BI, persepsi risiko investasi di Indonesia masih relatif baik sejalan dengan relatif terjaganya ekspektasi positif terhadap nilai tukar rupiah.

"Meski sempat mengalami peningkatan sebagai respons dari kondisi pasar keuangan global yang kembali tertekan, secara umum indikator risiko investasi di Indonesia relatif stabil dibandingkan dengan Desember 2009 dikarenakan fundamental perekonomian dometik yang masih solid dan upgrade rating Indonesia oleh Fitch dari BB menjadi BB+. Hal tersebut memberikan insentif terhadap prospek investasi di Indonesia," kata laporan tersebut.

by detik finance

Buah Reksa Dana Makin Menggiurkan

Jakarta - Instrumen reksa dana semakin menarik dengan tingkat imbal hasil yang terus meningkat sepanjang 1 tahun terakhir ini. Didukung oleh kondisi sektor keuangan dalam negeri yang terus positif.

Laporan tinjauan kebijakan moneter Bank Indonesia yang dikutip detikFinance, Sabtu (6/2/2010) mengatakan perkembangan positif di pasar saham dan surat utang negara (SUN), serta penurunan suku bunga simpanan mendorong berkembangnya kinerja reksa dana.

"Membaiknya kinerja underlying asset reksa dana terus mendorong peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pada akhir tahun 2009," ujar laporan tersebut.

NAB reksa dana pada Desember 2009 mencapai Rp112,9 triliun atau meningkat pesat dibandingkan dengan awal tahun yang hanya sebesar Rp 74,3 triliun atau tumbuh sebesar 47,7%.

Kemudian sejalan dengan meningkatnya NAB reksa dana, rata-rata imbal hasil harian per produk reksa dana dalam 1 tahun terakhir juga meningkat. Imbal hasil untuk reksa dana saham mencapai 99,2% dengan jumlah produk sebanyak 63, imbal hasil reksa dana pendapatan tetap sebesar 15,15% dengan jumlah produk 114, imbal hasil reksa dana campuran mencapai 49,6% dengan jumlah produk 104, serta imbal hasil reksa dana pasar uang mencapai 3,8% dengan jumlah produk 27.

Sementara itu, jenis reksa dana yang paling berkontribusi pada peningkatan NAB reksa dana adalah reksa dana saham, yang meningkat sebesar Rp16,6 triliun atau tumbuh 83,9%. Meningkatnya reksa dana saham sejalan dengan meningkatnya harga saham sebagai underlying asset reksa dana saham dengan pertumbuhan IHSG sebesar 86,1% selama tahun 2009.

by detik finance

Pengikut