Manajemen Bakrie & Brothers (BNBR) mengatakan apabila
restrukturisasi utang termasuk melalui konversi obligasi tukar 4
bulan mendatang rampung, maka utang perseroan akan
menyusut hingga 94% menjadi USD 92 juta dari sebelumnya
USD 1.45 miliar. Skema restrukturisasi utang tersebut
termasuk menerbitkan obligasi tukar sebesar Rp4.26 triliun
dan rights issue sebanyak 38.7 miliar hingga 42.6 miliar
saham baru. Obligasi tukar tanpa bunga tersebut rencananya
akan diterbitkan pada bulan ini kepada NorthStar Pacific
Partners Ltd.
Bapepam – LK akan tetap memeriksa Bumi Resources
(BUMI) karena akuisisi Darma Henwa (DEWA) dan dua
perusahaan lainnya terindikasi mengandung benturan
kepentingan, tergolong transaksi material dan terjadi
pengalihan pengendali. Jika akuisisi itui mengandung benturan
kepentingan dan masuk kategori transaksi material maka
perseroan harus mengadakan RUPSLB untuk mendapat
persetujuan pemegang saham, begitu pula dengan Darma
Henwa jika Bumi terbukti menjadi pemegang saham
pengendali maka perseroan harus menempuh langkah serupa,
Bumi juga juga harus menggelar tender offer saham publik di
Darma Henwa.
Apexindo Pratama Duta (APEX) kemungkinan akan
menjajaki right issue untuk membayar sebagian hutang USD
200 juta pada 1h09. Selain itu perseroan juga mencari
pendanaan alternatif seperti bond issue dan pinjaman bank.
Kalbe Farma (KLBF) menolak gugatan JPMorgan terhadap
perseroan dalam transaksi derivatif senilai USD19,2 juta.
Karena itu, perseroan akan menggugat balik melalui jalur
hukum. Perseroan mengatakan, pihaknya telah menunjuk
Hotman Paris Hutapea dari kantor advokat Hotman Paris &
Partners sebagai kuasa hukum perseroan untuk menggugat
balik JP Morgan Chase Bank NA, di Pengadilan Tinggi, London,
Inggris. Menurutnya, gugatan dilakukan karena KLBF dituduh
melanggar perjanjian kontrak derivatif USD19,2 juta. Terhadap
tuduhan JP Morgan, pihaknya menolak klaim tersebut karena
direksi Kalbe Farma tidak pernah menyetujui dan belum
pernah menandatangani ISDA Master Agreement sehingga
tidak mungkin perseroan telah melanggar perjanjian.
Sebelumnya, KLBF mengemukakan, perseroan akan
mengambil tindakan hukum terhadap gugatan JP Morgan
paling lambat pada pekan depan. Menurutnya, saat ini kuasa
hukum perseroan sedang meneliti gugatan tersebut dan
mempersiapkan berbagai langkah untuk melakukan
perlawanan hukum.
Kalbe Farma (KLBF) memproyeksikan pertumbuhan
penjualan tahun ini sebesar 11% yaitu sebesar Rp8.65 triliun.
Sementara pendapatan selama 2008 diperkirakan mencapai
Rp7.8 triliun. Perseroan mengalokasikan capex 2009 sebesar
Rp300 miliar. Tahun ini perseroan akan melakukan peluncuran
produk baru dan perluasan area pemasaran.
Manajemen Mitra International Resources (MIRA)
berencana untuk membayar hutang sebesar USD200 juta pada
semester I/2009. Pembayaran hutang tersebut terkait akuisisi
perseroan atas Apexindo pada September 2008. Saat ini total
hutang perseroan mencapai USD630 juta (seekitar Rp6,5
triliun). Dana pembayaran hutang itu, antara lain berasal dari
internal maupun eksternal, dari internal lewat penjualan satu
kapal FPSO serta initial public offering/IPO anak perusahaan
Sabre Sistem International (SSI). Perseroan masih akan
mengkaji kedua alternatif tersebut. Pemegang saham
perseroan dalam RUPSLB kemarin telah menyetujui perubahan
nama perseroan dari Mitra Rajasa menjadi Mitra International
Resources. Selain itu, perseroan juga mendapat izin dari
pemegang saham untuk mengubah penggunaan dana hasil
Penawaran Umum Terbatas II sebesar Rp882 miliar.
Perubahan penggunaan dana PUT II, untuk mengantisipasi
tingginya nilai USD terhadap rupiah. Dana PUT II yang semula
untuk pengembangan usaha akan dialihkan untuk menambah
porsi pembayaran dan pelunasan hutang perseroan.
Petrosea (PTRO) telah menandatangani kontrak untuk
pengerjaan overburden removal dan penambahan batu bara di
blok Separi Kalimantan timur senilai $250 juta dengan PT
Santan Batubara, Perseroan juga melakukan perpanjangan
kontrak dengan Gunung Bayan Pratamacoal senilai $300 juta
sehingga total kontrak yang diterima perseroan total $550 juta
sejak oktober 2008.
Anadarko Global Holdings Company siap membiayai eksplorasi
sejumlah sumur minyak dan gas Medco Energi
International (MEDC) sebesar USD 80 juta atau sekitar Rp
880 miliar. Kedua perseroan telah menandatangani mutual
termination agreement (MTA) pada 16 Desember 2008.
Dengan komitmen itu maka Anadarko bisa mendapatkan hak
kepemilikan awal Medco pada beberap kontrak kerja sama
produksi sebesar 40%.
RUPSLB Ratu Prabu Energy (ARTI) menyetujui rencana
pencarian pinjaman untuk anak perusahaan, PT Lekom Maras.
RUPSLB juga menyetujui penjaminan saham milik perseroan di
Lekom Maras untuk mendapatkan pinjaman, persetujuan
menjaminkan saham perseroan, pembatalan penyelesaian
utang kepada kredit melalui mekanisme debt to asset swap
sebagaimana hasil RUPSLB tertanggal 30 juni 2008, yang
akhirnya diubah menjadi pembayaran tunai. Sementara hasil
lainnya adalah persetujuan atas rencana peningkatan
penyertaan saham Lekom Maras di PT Bangadua Petroleum
dan persetujuan rencana divestasi Lekom Maras serta
pemberian kuasa dan wewenang pada manajemen ARTI untuk
melakukan segala tindakan yang diperlukan terkait rencana
ekspansi perseroan.
Qtel meminta Indosat (ISAT) tidak memisahkan bisnis
StarOne karena perseroan ingin mengembangkan bisnis
tersebut.
Pelangi Indah Canindo (PICO) mendapatkan proyek
pengadaan tabung gas Pertamina senilai Rp 277 –278 miliar.
Kontrak suplai tabung tersebut berjangka waktu empat bulan.
Duta Graha Indah (DGIK) mengincar proyek infrastruktur
yang digelar pemerintah pusat maupun daerah. Manajemen
perseroan menilai proyek-proyek infrastruktur pemerintah
memiliki sumber dana yang lebih terjamin dan memilik siklus
bisnis yang relatif lebih lama.
Penjualan Perdana Gapuraprima (GPRA) pada 2009
diproyeksikan tumbuh 20% menjadi Rp720 miliar dibandingkan
target penjualan 2008 sebesar Rp600 miliar, penjualan
perseroan pada tahun ini berasal proyek Bukit Cimanggu City,
Blezza, CBD Serpong. Bahkan, penjualan tersebut juga
terdongkrak oleh berlanjutnya penjualan unit apartemen
Kebagusan City pada tahun ini. Perseroan menggunakan dana
senilai Rp45 miliar yang berbentuk stand-by loan dari Bank
ICBC (Industrial and Commercial Bank of China) Indonesia
untuk menopang pendanaan proyek tersebut. Target
penyerahan unit apartemen Kebagusan City tahun ini
diperkirakan tercapai. Pinjaman Bank ICBC dijamin dengan
berbagai proyek properti yang sedang dibangun perseroan
beserta tanahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar