Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tercatat merosot tajam akibat faktor teknikal dan sentimen kasus Bank Century yang tak kunjung usai. Investor melepas saham-saham berkapitalisasi besar sehingga membuat IHSG terpuruk tajam.
Pada perdagangan Senin (21/12/2009), IHSG ditutup anjlok 78,187 poin (3,11%) ke level 2.431,389. Perdagangan berjalan cukup ramai di sesi II dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 73.761 kali dengan volume 4,358 miliar saham senilai Rp 4,359 triliun.
Semarak di bursa-bursa utama dunia diharapkan bisa mengerek IHSG ke teritori positif kembali. Analis meyakini IHSG bisa bertahan di level 2.500 hingga akhir tahun ini. IHSG pada perdagangan Selasa (22/12/2009) diprediksi bergerak menguat.
Sentimen positif datang dari bursa Wall Street yang meriah menyambut libur panjang natal. Aksi window dressing, dimana para manajer investasi berupaya mempercantik portofolionya turut menggerakkan pasar.
Pada perdagangan Senin (21/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 85,25 poin (0,83%) ke level 10.414,14. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 11,58 poin (1,05%) ke level 1.114,05 dan Nasdaq menguat 25,97 poin (1,17%) ke level 2.237,66.
Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan di Hari Ibu ini dengan penguatan. Indeks Nikkei-225 dibuka naik hingga 72,53 poin (0,71%) ke level 10.256.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
IHSG anjlok dalam -3,12% pada level 2.431,389. Terlihat penurunan indeks dipicu oleh aksi jual saham BUMI secara besar-besaran oleh investor. Momentum periode perdagangan yang lebih pendek menjelang akhir tahun ditengah situasi politik yang masih bergejolak membuat investor memilih untuk melepas portofolio mereka dan mengalihkannya ke tunai. Hari ini kami perkirakan tekanan jual akan mulai mereda. Meski demikian nilai transaksi perlahan juga akan menurun seiring dengan libur panjang akhir tahun. IHSG diperkirakan akan menguji support 2.408-2.417. Sementara untuk resistance berada di 2.440-2.451. Untuk investasi jangka menengah dapat diperhatikan peluang buy on weakness pada saham yang sudah oversold.
Optima Sekuritas:
Tekanan terhadap saham TLKM, BBCA, ASII, INTP, UNVR dan BUMI membuat IHSG terkoreksi 78 poin ke level 2.431. Kasus Century masih menjadi fokus dan menambah sentimen negatif ke pasar. Tekanan terhadap saham BUMI masih cukup kuat sehingga posisi wait and see masih dipertahankan hingga ada konfirmasi reversal. Adanya libur panjang sehingga hari perdagangan cukup pendek hingga pekan depan membuat investor berhitung ulang jika ambil posisi long. Selanjutnya IHSG masih dalam tekanan di kisaran 2.390-2.490.
sumber detik finance
Tidak ada komentar:
Posting Komentar