Jakarta - Indonesia membutuhkan dana sebesar US$ 96,2 miliar untuk memperkuat sistem kelistrikan di tanah air hingga tahun 2019.
Dari total kebutuhan dana tersebut, sebagian besar akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan pembangkit yang dibangun PT PLN (Persero) dan juga investor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) sebesar US$ 70,5 miliar.
"Sementara untuk investasi penyaluran sebesar US$ 14,3 miliar dan investasi distribusi sebesar US$ 11,3 miliar," demikian disampaikan dalam data Rencana Umum Penyediaan Listrik (RUPTL) PLN tahun 2010-2019 yang dikutip detikFinance, Minggu (25/7/2010),
Khusus untuk pembangkit, pada periode 2010-2019 PLN dan swasta direncanakan akan membangun pembangkit-pembangkit dengan total kapasitas sebesar 55.468 MW. Di mana sebesar 31.951 MW akan dibangun oleh PLN dan IPP sebesar 23.156 MW.
Sejalan dengan pengembangan pembangkit ini, diperlukan pengembangan transmisi sepanjang 42.505 kms, yang terdiri atas 4.318 kms SUTET 500
kV AC, 1.100 kms transmisi 500 kV HVDC, 462 kms transmisi 250 kV HVDC, 5.602 kms transmisi 275 kV AC, 29.396 kms SUTT 150 kV, 2.428 kms SUTT
70 kV.
Penambahan trafo yang diperlukan adalah sebesar 114.132 MVA yang terdiri atas 64.031 MVA trafo 150/20 kV, 2.875 MVA 70/20 kV dan 32.328 MVA trafo interbus IBT 500/150 kV, 9.875 MVA IBT 275/150 kV, IBT 2.423 MVA IBT 150/70 kV serta 3,600 MVA HVDC trafo konverter.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan energi listrik untuk periode 2010-2019 diperlukan tambahan jaringan tegangan menengah 172.458 kms, tegangan rendah 236.835 kms dan kapasitas trafo distribusi 33.412 MVA.
BUMN listrik itu memperkirakan penjualan tenaga listrik pada tahun 2019 akan mencapai 327.3 TWh, atau mengalami pertumbuhan rata-rata 9.1% selama 10 tahun mendatang.
“Di mana beban puncak pada tahun 2019 diproyeksikan akan mencapai 59.863 MW," jelas data itu.
by detik finance
ANM World Wide
Earth
Minggu, 25 Juli 2010
Kamis, 08 Juli 2010
Koreksi Tajam Saham Telkom Pangkas Laju IHSG
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup hanya naik 14 poin pada perdagangan sesi I hari ini. Pelemahan saham Telkom dan sejumlah saham perkebunan serta konsumsi memicu pengikisan laju kenaikan IHSG.
Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.902,634 dan kemudian sempat menguat ke level 2.936,259, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.902,044.
Penguatan sebagian besar saham-saham unggulan sempat mengangkat IHSG cukup tinggi di awal perdagangan. Penopang utamanya saham-saham sektor komoditas dan perbankan.
Sayangnya, pembalikan arah harga sejumlah saham di sektor perkebunan sawit dan konsumsi, serta pelemahan saham sektor infrastruktur lebih dalam dipicu oleh koreksi saham Telkom (TLKM) mengikis laju IHSG cukup besar. Penguatan saham sektor pertambangan juga ikutan terkikis setelah sempat melambung tinggi di awal perdagangan.
Untungnya penguatan saham-saham sektor perbankan masih cukup kuat diiringi dengan penguatan saham sektor pertambangan dan tentunya penguatan saham Astra International (ASII). IHSG pun berhasil bertahan di zona positif, meskipun tidak sebesar indeks-indeks saham Asia lainnya yang rata-rata menguat lebih dari 1%.
Penguatan tajam bursa Wall Street tadi malam lebih dari 2% berhasil membuat indeks Nikkei 225 menguat tinggi pagi ini yang kemudian diikuti dengan penguatan indeks Hang Seng. Hampir seluruh bursa-bursa di Asia mengalami kenaikan di atas 1%, kecuali bursa Shanghai yang kembali jatuh ke teritori negatif dan IHSG yang mulai mengendur.
Pada perdagangan Kamis (8/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 14,875 poin (0,51%) ke level 2.916,919. Indeks LQ 45 juga naik 1,9 poin (0,33%) ke level 565,694.
Investor asing juga mencatat pembelian bersih sebesar Rp 73 miliar.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.036 kali pada volume 2,803 miliar lembar saham senilai Rp 2,126 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 62 saham turun dan 65 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat cukup tinggi:
* Indeks Shanghai turun tipis 7,42 poin (0,31%) ke level 2.413,70.
* Indeks Hang Seng menguat 291,29 poin (1,47%) ke level 20.148,36.
* Indeks Nikkei 225 naik tajam 237,91 poin (2,56%) ke level 9.517,56.
* Indeks Strait Times menguat 34,77 poin (1,22%) ke level 2.895,80.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.400 ke Rp 47.650, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 18.800, Bank Jabar Banten (BJBR) naik Rp 300 ke Rp 900, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 9.250.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 18.750, Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 7.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 34.850, Adira (ADMF) turun Rp 100 ke Rp 9.500, Lonsum (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 8.000.
by detik finance
Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.902,634 dan kemudian sempat menguat ke level 2.936,259, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.902,044.
Penguatan sebagian besar saham-saham unggulan sempat mengangkat IHSG cukup tinggi di awal perdagangan. Penopang utamanya saham-saham sektor komoditas dan perbankan.
Sayangnya, pembalikan arah harga sejumlah saham di sektor perkebunan sawit dan konsumsi, serta pelemahan saham sektor infrastruktur lebih dalam dipicu oleh koreksi saham Telkom (TLKM) mengikis laju IHSG cukup besar. Penguatan saham sektor pertambangan juga ikutan terkikis setelah sempat melambung tinggi di awal perdagangan.
Untungnya penguatan saham-saham sektor perbankan masih cukup kuat diiringi dengan penguatan saham sektor pertambangan dan tentunya penguatan saham Astra International (ASII). IHSG pun berhasil bertahan di zona positif, meskipun tidak sebesar indeks-indeks saham Asia lainnya yang rata-rata menguat lebih dari 1%.
Penguatan tajam bursa Wall Street tadi malam lebih dari 2% berhasil membuat indeks Nikkei 225 menguat tinggi pagi ini yang kemudian diikuti dengan penguatan indeks Hang Seng. Hampir seluruh bursa-bursa di Asia mengalami kenaikan di atas 1%, kecuali bursa Shanghai yang kembali jatuh ke teritori negatif dan IHSG yang mulai mengendur.
Pada perdagangan Kamis (8/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 14,875 poin (0,51%) ke level 2.916,919. Indeks LQ 45 juga naik 1,9 poin (0,33%) ke level 565,694.
Investor asing juga mencatat pembelian bersih sebesar Rp 73 miliar.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.036 kali pada volume 2,803 miliar lembar saham senilai Rp 2,126 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 62 saham turun dan 65 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat cukup tinggi:
* Indeks Shanghai turun tipis 7,42 poin (0,31%) ke level 2.413,70.
* Indeks Hang Seng menguat 291,29 poin (1,47%) ke level 20.148,36.
* Indeks Nikkei 225 naik tajam 237,91 poin (2,56%) ke level 9.517,56.
* Indeks Strait Times menguat 34,77 poin (1,22%) ke level 2.895,80.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.400 ke Rp 47.650, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 18.800, Bank Jabar Banten (BJBR) naik Rp 300 ke Rp 900, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 9.250.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 18.750, Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 7.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 34.850, Adira (ADMF) turun Rp 100 ke Rp 9.500, Lonsum (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 8.000.
by detik finance
Langganan:
Postingan (Atom)