ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Selasa, 20 Oktober 2009

IHSG Loyo Sambut Pelantikan Presiden

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat, namun selanjutnya berbalik arah ke teritori negatif menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden.

Pada perdagangan Selasa (20/10/2009) pukul 10.55 waktu JATS, IHSG tercatat melemah tipis 6,987 poin (0,25%) ke level 2.514,542. IHSG sempat menguat hingga menembus level 2.531,791. Perdagangan berjalan cukup moderat, dan pada pagi ini nilai transaksi sudah mencapai Rp 756 miliar.

"Sentimen positif juga datang dari bursa regional yang pagi ini dibuka menguat. Sentimensentimen tersebut berpeluang mengangkat IHSG hari ini, namun secara teknikal kami masih melihat tingginya potensi profit taking," jelas analisa dari Sucorinvest.

IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran S2: 2489 S1: 2505 R1: 2529 R2: 2538.

Pelemahan IHSG ini terjadi di tengah bursa-bursa regional perkasa setelah Wall Street tadi malam menembus titik tertinggi dalam satu tahun.

  • Indeks Nikkei-225 menutup sesi pagi dengan kenaikan 111,07 poin (1,09%) ke level 10.347,58.
  • Indeks Hang Seng dibuka naik 94,05 poin (0,42%) e level 22.294,51.

Saham-saham perbankan bergerak melemah, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.725, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 7.950, BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 4.775.

Sementara kenaikan saham PT Astra International Tbk (ASII) berhasil menahan laju pelemahan IHSG. Saham ASII tercatat naik Rp 400 menjadi Rp 33.400.

(qom/dro)

sumber detikfinance

Jumat, 16 Oktober 2009

BRI Siapkan Rp 2 Triliun untuk Capex Timah dan Antam

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyiapkan dana Rp 2 triliun untuk pembiayaan capital expenditure (capex) PT Timah dan PT Aneka Tambang (ANTAM).

Demikian dikatakan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan BRI, Asmawi Syam usai menghadiri acara Malam Silaturrahmi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Kamis malam (15/10/2009).

"Untuk kredit korporasi BRI masih tersisa 3 proyek sampai akhir tahun, PT PLN untuk 10.000 megawatt sebesar Rp 1,1 triliun dan untuk capex Antam dan Timah sebesar kurang lebih Rp 2 triliun jadi sampai akhir tahun portofolio kredit korporasi akan bertambah Rp 3 triliun lagi," ujar Asmawi.

Ia mengatakan outstanding kredit korporasi BRI ditargetkan akan mencapai Rp 30 triliun. "Kredit korporasi tumbuh dengan baik dan kita optimistis sampai akhir tahun akan mencapai Rp 30 triliun," katanya.

Portofolio seluruh kredit BRI pada kuartal II-2009 meningkat 35,78% atau Rp 48,65 triliun, dari Rp 135,96 triliun pada kuartal II-2008 menjadi sebesar Rp 184,60 triliun.

Dengan pertumbuhan kredit tersebut, LDR (Loan to Deposit Ratio ) BRI pada kuartal II-2009 tercatat sebesar 85,33%. Sementara itu rasio kredit bermasalah (NPL) gross pada kuartal II-2009 adalah sebesar 3,70%.

Pertumbuhan kredit BRI disokong oleh pengembangan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dimana total portofolio kredit UMKM BRI mencapai 81,71% atau sebesar Rp 150,84 triliun dari total pinjaman sebesar Rp 184,60 triliun.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BRI pada kuartal II-2009 mencapai Rp 216,35 triliun atau meningkat jika dibandingkan DPK kuartal II-2008 yang sebesar Rp 176,53 triliun.

Dengan adanya pencapaian kinerja tersebut total aset BRI meningkat 23,20% dari Rp 216,89 pada kuartal II-2008 menjadi Rp 267,21 pada kuartal II-2009 serta ekuitas BRI juga mengalami peningkatan.

sumber detik finance

Pengikut