ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Rabu, 16 Desember 2009

Pertamina Siapkan Rp 3,8 Triliun untuk SPBU COCO

Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengalokasikan dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 3,8 Triliun untuk pembangunan SPBU COCO (Company Owned Company Operated) dalam lima tahun ke depan.

"Kami siapkan US$ 400 juta untuk pembangunan SPBU COCO," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Faisal dalam acara peresmian SPBU COCO milik Pertamina, di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (15/12/2009) malam.

Namun, Faisal masih belum bisa memproyeksikan berapa jumlah SPBU COCO yang akan dibangunnya dengan dana yang disediakan perseroan tersebut. Pasalnya, lanjut Faisal, alokasi pendanaan untuk masing-masing SPBU COCO berbeda tergantung pada ukuran SPBU tersebut dan fasilitas-fasilitas yang disiapkan.

"Untuk satu SPBU COCO investasinya rata-rata Rp 5-24 miliar, tergantung pada ukuran dan fasilitas," ungkapnya.

Ia mencontohkan, SPBU COCO MT Haryono yang memiliki fasilitas paling lengkap dengan luas tanah 4000 meter persegi tersebut membutuhkan investasi Rp 24 miliar.

"SPBU ini yang paling komplit, makanya investasinya juga besar," ungkapnya.

Faisal menambahkan, untuk tahun depan rencananya BUMN Migas ini akan menambahkan 50 SPBU COCO lagi. Dengan diresmikannya 3 buah SPBU COCO yang berlokasi di Jalan Raya MT Haryono Jakarta Selatan, Perumahan Citraraya Cikupa Tangerang, dan Perumahan Lippo Cikarang, maka jumlah berarti jumlah SPBU COCO Pertamina bertambah menjadi 46 SPBU.

Sebelumnya terdapat 43 SPBU COCO yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, seperti di Medan, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Samarinda, Balikpapan dan Makassar. DImana sebagian besar di antaranya telah menerima sertifikasi Pasti Pas. Saat ini rata-rata SPBU COCO milik Pertamina menjual 50 Kiloliter (KL) per hari.

"Untuk SPBU COCO MT Haryono, penjualan untuk bulan pertama sekitar 30 KL per hari dan diharapkan meningkat hingga 70 KL per hari," papar dia.

Sumber detik finance

Selasa, 15 Desember 2009

Rupiah Masih Aman-aman

Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali bergerak stagnan. Meningkatnya permintaan dolar AS menjelang akhir tahun berhasil mengimbangi naiknya risk appetite investor.

Pada perdagangan Selasa (15/12/2009), rupiah dibuka stabil di 9.470 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.475 per dolar AS.

Di pasar global, dolar AS bergerak atas euro seiring memudarnya kekhawatiran investor setelah Abu Dhabi mengumumkan akan menalangi utang Dubai World senilai US$ 10 miliar.

Euro menguat ke 1,4655 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4613 dolar. Terhadap yen, dolar AS juga melemah ke 88,56 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,08 yen.

Kabar dari Dubai tersebut mengendurkan kekhawatiran investor, sehingga investor kembali berpaling dari dolar AS.

"Kabar tersebut meminimalkan kegugupan pasar dan menekan aset-aset safe haven seperti dolar AS," ujar Sacha Tihanyi, analis dari Scotia Capital seperti dikutip dari AFP.


Sumber detik finance

Pengikut