ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Senin, 04 Januari 2010

Ekonomi 2010 Terbantu Penguatan Rupiah Selama 2009

Jakarta - Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan hingga akhir tahun 2009, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 15,9 persen jika dibandingkan dengan posisi di akhir tahun 2008.

Pemerintah mengharapkan dengan menguatnya nilai tukar tersebut, maka konsumsi dan perdagangan tahun 2010 bisa lebih baik lagi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat 5,5-5,6 persen.

"Dengan membaiknya ekspor impor serta nilai tukar, kita proyeksikan pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi dan perdagangan untuk tahun 2010. Sangat meyakinkan (ekonomi) kita akan tumbuh 5,5-5,6 persen," jelasnya di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Ia mengatakan, hingga akhir tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai cukup mengembirakan dengan berada di tingkat 4,3-,4,4 persen. Selain itu, indikator positif yang menunjukkan perbaikan ekonomi adalah tingkat inflasi yang berada di bawah 3 persen.

"Dalam situasi resesi, di saat negara lain tumbuh negatif, ini menggembirakan karena (ekonomi) Indonesia bisa tumbuh 4,3-,4,4 persen dan inflasi di bawah 3 persen,"

Menurutnya, pasar keuangan saat ini sudah bergerak positif, capital outflow mulai masuk ke dalam negeri. Dengan berbagai indikator yang positif dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu pemerintah menargetkan bisa menekan jumlah penduduk miskin hingga hanya 13 persen tahun ini.

"Kita juga akan menggenjot pembangunan infrastruktur untuk menyerap tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran bisa menurun," ungkapnya.

sumber detik finance

Pemerintah Klaim Selesaikan 92,2% Program 100 Hari

Jakarta - Pemerintah mengklaim telah menyelesaikan 92,2% dari 19 program dan 53 aksi dalam rancangan program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II.

Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa dalam jumpa pers laporan akhir tahun para menteri KIB Jilid II di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (4/1/2009).

"Program 100 hari kalah beritanya dengan berita lain, maka kami sampaikan seluruh agenda program aksi yaitu 19 program dengan 53 aksi pada hari ke 50 yang kami catat, 92,2% rencana aksi yang ditentukan tercapai," tuturnya.

Hatta mengatakan, 53 program aksi yang dicanangkan dalam program 100 hari ini adalah program-program vital yang bertujuan untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan yang menghambat iklim investasi di Indonesia. Sehingga nantinya pembangunan infrastruktur dapat berkembang karena iklim investasi yang kondusif.

"Program 100 hari beberapa departemen ada yang sudah selesai. Contohnya Public Private Partnership yang menghambat investasi sudah selesai semua. Maka diyakini akan ada akselerasi dari infrastruktur," tutupnya.

sumber detik finance

Pengikut