ANM World Wide

ANM World Wide
Earth

Selasa, 05 Januari 2010

IHSG Siap Dekati Level 2.600

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan terbesar di kawasan Asia pada perdagangan perdana di tahun 2010. Namun kenaikan IHSG belum didukung besarnya volume karena belum seluruh investor kembali dari libur panjangnya.

Pada perdagangan Senin (4/1/2010), IHSG ditutup menguat hingga 41,057 poin (1,62%) ke level 2.575,413. Indeks LQ 45 naik 9,626 poin (1,93%0 ke level 507,914. Perdagangan di seluruh pasar hanya senilai Rp 2,374 triliun.

Sentimen positif datang dari bursa-bursa utama dunia yang masih bergerak positif. Bursa Wall Street kembali menyentuh titik tertingginya berkat data manufaktur yang positif dari China dan AS.

Pada perdagangan Senin (4/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat naik 155,91 poin (1,50%) ke level 10.583,96. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 17,89 poin (1,60%) ke levle 1.132,99 dan Nasdaq melonjak 39,27 poin (1,73%) ke level 2.308,42.

Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan Selasa (5/1/2010) di sisi positif. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 87,36 poin (0,82%) ke level 10,742,15.

Pergerakan bursa-bursa global yang positif itu diharapkan masih bisa membawa IHSG ke teritori positif. IHSG pada perdagangan Selasa ini diprediksi masih akan bergerak positif dan semakin mendekati level 2.600.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Optimisme akan berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional dan global pasca resesi global mendorong indeks menguat +1,62% ke level 2.575,413. Pengumuman angka inflasi 2009 yang hanya sebesar 2,78% menambah keyakinan investor, BI masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah untuk beberapa waktu mendatang. Sementara hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Tipisnya nilai transaksi sehubungan dengan rendahnya volume dan frekuensi perdagangan memberikan sinyal bahwa sebagian investor masih melakukan wait and see. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.559-2.594.

Optima Sekuritas:

IHSG membuka awal 2010 dengan meneruskan rally yang di buat pada akhir 2009 dengan meningkat 1.6% ke level 2.575. Kenaikan bursa di dorong oleh saham blue chip terutama sektor banking setelah BPS mengumumkan inflasi tahun 2009 hanya sebesar 2.78% atau terendah selama 10 tahun terakhir. Rendahnya laju inflasi tersebut akan menjadi sentimen positif bagi sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti banking, automotif, semen dan properti. Nilai transaksi meskipun masih tipis namun menunjukkan peningkatan. Indeks diperkirakan masih menguat kembali mendekati 2.600 sementara support di 2.540.

sumber detik finance

Wall Street Melesat di Awal Tahun

Saham-saham di bursa Wall Street mengawali perdagangan tahun 2010 dengan sempurna. Saham-saham bergerak menguat didorong sentimen rally pasar global dan data ekonomi yang positif.

Data positif pendorong Wall Street adalah dari indeks manufaktur Institute for Supply Management yang naik ke titik tertingginya sejak April 2006 ke 55,9 pada Desember 2009. Pada November, indeks hanya 53,6%.

Laporan itu senada juga terjadi di China, dimana indeks pembelanjaan manufaktur, HSBC Manufacturing PMI tercatat naik menjadi 56,1 pada Desember dari 55,7 pada November.

Pada perdagangan Senin (4/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat naik 155,91 poin (1,50%) ke level 10.583,96. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 17,89 poin (1,60%) ke levle 1.132,99 dan Nasdaq melonjak 39,27 poin (1,73%) ke level 2.308,42.

Kenaikan tajam tersebut membawa indeks Dow Jones dan S&P 500 ke titik tertingginya dalam 15 bulan, sementara Nasdaq tertinggi dalam 16 bulan.

"Angka ISM sangat, sangat baik dan kami pikir ini adalah titik untuk melanjutkan penguatan dan keseluruhan, semuanya yang ada di pasar baik dalam jangka pendek," ujar Karl Mills, presiden Jurika Mills and Keifer seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/1/2010).

Saham-saham energi dan material menjadi jawara di S&P 500 berkat data prospek sektor manufaktur yang lebih baik itu. Hal itu diyakini akan menaikkan permintaan bahan bakar, listrik, logam dan komoditas lain.

Perdagangan berjalan cukup lumayan, dengan transaksi di New York Stock Exchange sebanyak 1,01 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,95 miliar.

sumber detik finance

Pengikut